Logo
>

Bitcoin Menguat di Tengah Perang Iran, Kalahkan Emas dan Saham

Harga Bitcoin naik sekitar 7 persen sejak konflik Iran pecah, mengungguli kinerja emas dan indeks saham S&P 500 di tengah gejolak geopolitik.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Bitcoin Menguat di Tengah Perang Iran, Kalahkan Emas dan Saham
Bitcoin naik sekitar 7 persen sejak perang Iran pecah dan mengungguli emas serta saham global, didorong perdagangan kripto yang berjalan 24 jam. Photo by André François McKenzie on Unsplash.

KABARBURSA.COM — Kinerja Bitcoin justru menunjukkan penguatan sejak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pecah sekitar satu setengah pekan terakhir. Nilai mata uang kripto terbesar di dunia itu tercatat naik sekitar tujuh persen sejak perang dimulai.

Pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD71.000 atau sekitar Rp1,2 miliar per koin berdasarkan data Binance.

Kenaikan ini membuat Bitcoin tampil lebih kuat dibandingkan aset lain seperti emas maupun saham. Dalam periode yang sama harga emas relatif stagnan di sekitar USD5.240 atau sekitar Rp88,5 juta per ons, hampir tidak berubah dibandingkan posisi pada pagi 28 Februari saat serangan pertama terhadap Iran terjadi.

Sementara itu indeks saham utama Amerika Serikat S&P 500 justru turun sekitar satu persen dalam kurun waktu tersebut.

Kinerja positif Bitcoin menjadi kabar baik bagi pelaku industri aset digital. Dalam beberapa bulan terakhir mata uang kripto ini sempat mengalami tekanan cukup besar. Harga Bitcoin bahkan sempat turun hingga sekitar USD63.000 atau sekitar Rp1,06 miliar per koin, merosot hampir 50 persen dari rekor tertinggi yang dicapai pada Oktober.

Sejumlah saham perusahaan kripto juga ikut diuntungkan oleh kondisi ini. Berbeda dengan pasar saham tradisional yang mengikuti jam operasional perbankan, aset kripto dapat diperdagangkan sepanjang waktu.

Kepala Riset CF Benchmarks Gabe Selby mengatakan keunggulan tersebut membuat pasar kripto tetap aktif ketika pasar keuangan lain tutup.

“Struktur kripto yang beroperasi 24 jam semakin menjadi keunggulan bagi kelas aset ini. Ketika konflik Iran meningkat pada akhir pekan, pasar kripto menjadi satu-satunya tempat yang terbuka untuk perdagangan risiko global dan ini merupakan keunggulan struktural yang tidak bisa ditiru oleh pasar tradisional,” kata Selby, dikutip dari Fortune, Jumat, 13 Maret 2026.

Pergerakan Bitcoin juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberi sinyal konflik dapat segera mereda. Dalam wawancara dengan CBS News pada Senin, pekan ini, Trump menyatakan perang hampir berakhir dan menilai Iran sudah tidak lagi memiliki kekuatan militer yang berarti.

“Saya pikir perang ini pada dasarnya sudah selesai,” kata Trump.

Sejak pernyataan tersebut disampaikan, harga Bitcoin tercatat naik sekitar empat persen. Penguatan juga terjadi pada sejumlah mata uang kripto lainnya. Ethereum tercatat naik sekitar tujuh persen sejak 28 Februari dan kini diperdagangkan di kisaran USD2.070 atau sekitar Rp35 juta per koin.

Sementara itu Solana juga menguat sekitar tujuh persen dalam periode yang sama dan kini berada di kisaran USD87 atau sekitar Rp1,47 juta per koin. Menurut Selby, secara teknikal Bitcoin saat ini sedang menguji level resistensi penting yang bisa menentukan arah pergerakan selanjutnya.

“Dari perspektif teknikal, Bitcoin sedang menargetkan level tertinggi lokalnya di area resistensi USD72.000 hingga USD73.000. Jika harga mampu menutup secara konsisten di atas level itu dengan volume kuat, narasinya akan berubah dari sekadar short squeeze menjadi pemulihan momentum yang nyata,” katanya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).