Logo
>

BRI Respons Penempatan Dana SAL Rp400 Triliun ke Himbara, Berikut Strateginya

BRI siap mengoptimalkan dana SAL Rp400 triliun dari pemerintah untuk memperkuat likuiditas, memperbesar pembiayaan UMKM, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Ditulis oleh Harun Rasyid
BRI Respons Penempatan Dana SAL Rp400 Triliun ke Himbara, Berikut Strateginya
BRI sambut penempatan dana SAL Rp400 triliun ke Himbara demi perkuat pembiayaan UMKM dan sektor produktif. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyambut positif langkah Kementerian Keuangan untuk kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

BRI menilai, penempatan kembali dana SAL ke Himbara merupakan upaya untuk memperkuat likuiditas perbankan, sekaligus meningkatkan kapasitas pembiayaan bagi sektor-sektor produktif.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan penempatan dana SAL menjadi bentuk kepercayaan pemerintah kepada BRI dalam mendukung fungsi intermediasi perbankan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL. Kebijakan ini menjadi langkah positif untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional," ujarnya lewat keterangan resmi, Senin, 29 Juni 2026

Menurut Hery, tambahan likuiditas tersebut akan dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent banking) dan manajemen risiko yang baik.

Penyaluran kredit akan difokuskan secara selektif ke sektor-sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan mempertimbangkan kualitas kredit, dan kebutuhan pembiayaan yang sesuai dengan kondisi perekonomian.

"Kami akan memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan secara terukur agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Fokus BRI ialah pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional," jelas Hery.

Hingga Maret 2026, total pembiayaan BRI secara bank only telah mencapai Rp1.358 triliun dengan mayoritas kredit disalurkan kepada segmen UMKM dan sektor riil.

Perseroan juga menegaskan akan terus memperkuat perannya dalam mendukung pembiayaan sektor yang memiliki efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi pendanaan, BRI juga akan terus meningkatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) melalui penguatan ekosistem digital perusahaan.

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan menambah total dana SAL menjadi Rp400 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp300 triliun kepada lima bank Himbara, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga likuiditas sistem perbankan nasional di tengah dinamika ekonomi.

Hery menambahkan, BRI akan terus memperkuat kontribusi dalam perekonomian nasional melalui pembiayaan yang berkelanjutan.

"Dengan fundamental yang kuat serta fokus pada UMKM, BRI optimistis dapat terus berkontribusi sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia," tutup Hery Gunardi. (Info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.