Logo
>

Cinema XXI Raup Rp1,1 Triliun, Laba Ngebut di Tengah Ramainya Film Lokal

Pendapatan CNMA tumbuh dua digit, ditopang tiket dan F&B, sementara EBITDA melonjak lebih dari 80 persen.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Cinema XXI Raup Rp1,1 Triliun, Laba Ngebut di Tengah Ramainya Film Lokal
Cinema XXI posts Rp1.1 trillion revenue with EBITDA up 81 percent, driven by ticket sales and strong local film demand. Foto: Dok. Cinema XXI

KABARBURSA.COM — Kinerja jaringan bioskop Cinema XXI mulai menunjukkan taringnya di awal 2026. Di tengah tren film lokal yang lagi ramai, perusahaan berhasil mencatat lonjakan pendapatan sekaligus perbaikan profitabilitas yang cukup signifikan.

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk atau CNMA membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini naik 18,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp929,2 miliar.

Kenaikan ini tidak datang dari satu lini saja. Penjualan tiket masih jadi tulang punggung dengan kontribusi 60,6 persen. Sementara lini makanan dan minuman menyumbang 32,6 persen. Sisanya berasal dari iklan hingga platform digital.

Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, mengatakan kinerja tersebut mencerminkan daya tahan bisnis di tengah kondisi industri yang terus berubah.

“Capaian Kuartal I 2026 ini merefleksikan resiliensi kami di tengah dinamika bisnis. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis seraya menghadirkan inovasi layanan yang relevan dan bermakna. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk senantiasa memberikan pengalaman menonton terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Dari sisi operasional, pendapatan tiket naik 14,3 persen menjadi Rp665,3 miliar dari sebelumnya Rp582,2 miliar. Lini makanan dan minuman juga ikut tumbuh 15,9 persen menjadi Rp357,6 miliar.

Namun yang paling mencolok justru ada di laba operasional. EBITDA melonjak 81,2 persen menjadi Rp226,9 miliar dari sebelumnya Rp125,2 miliar. Kenaikan tajam ini mencerminkan efisiensi yang mulai terasa di tengah ekspansi bisnis.

Di sisi keuangan, posisi perusahaan juga masih terjaga. Total aset tercatat Rp6,72 triliun dengan kas dan setara kas sebesar Rp1,75 triliun. Sementara ekuitas berada di level Rp4,34 triliun.

Arus kas dari aktivitas operasi juga ikut menguat menjadi Rp106,6 miliar, naik dari Rp28,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Ini menandakan kualitas pendapatan yang mulai membaik dan pengelolaan modal kerja yang lebih rapi.

Dari sisi industri, kinerja ini ikut ditopang oleh momentum film lokal, terutama saat periode Lebaran. Tercatat ada tujuh film nasional yang berhasil menembus lebih dari satu juta penonton, naik dari hanya tiga film pada periode yang sama tahun lalu.

Suryo menyebut tren ini menjadi sinyal positif bagi industri perfilman nasional. “Kami menyambut baik tren positif industri perfilman lokal yang terus menguat. Kepercayaan penonton terhadap karya sineas Indonesia adalah energi yang mendorong kami untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik. Cinema XXI berkomitmen menjadi rumah bagi film-film Indonesia berkualitas dan terus memperluas akses masyarakat terhadap konten lokal yang inspiratif,” katanya.

Di sisi lain, perusahaan juga tetap menjaga hubungan dengan investor. Cinema XXI telah menyalurkan sisa dividen tunai sebesar Rp7 per saham serta mendistribusikan saham hasil pembelian kembali kepada pemegang saham pada 28 April 2026.

“Capaian kinerja yang solid menjadi fondasi kami untuk terus memberikan nilai tambah yang nyata, tidak hanya melalui pertumbuhan bisnis tetapi juga melalui imbal hasil yang konsisten bagi para investor,” ujar Suryo.

Dengan pertumbuhan pendapatan, lonjakan laba, serta dukungan industri film lokal, Cinema XXI terlihat mulai masuk fase yang lebih matang. Bagi investor, sinyal ini menunjukkan bisnis bioskop tidak lagi sekadar pulih pascapandemi, tetapi mulai kembali menjadi mesin pertumbuhan yang stabil.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).