Logo
>

Danantara Koordinasi dengan KAI Terkait Tragedi Kereta Bekasi Timur

Ia menegaskan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya yang luas terhadap masyarakat

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Danantara Koordinasi dengan KAI Terkait Tragedi Kereta Bekasi Timur
Danantara Koordinasi dengan KAI Terkait Tragedi Kereta Bekasi Timur

KABARBURSA.COM - Tragedi yang terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur memicu respons dari berbagai pihak, termasuk pelaku industri.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan duka mendalam sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung proses penanganan di lapangan.

Dalam pernyataannya, Rosan mengungkapkan keprihatinan atas peristiwa yang menimbulkan korban tersebut. Ia menegaskan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya yang luas terhadap masyarakat.

“Kami menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur,” ujar Rosan Roeslani.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menjalin koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) guna memastikan proses evakuasi dan penanganan berjalan optimal. Fokus utama diarahkan pada keselamatan korban serta pemberian pertolongan pertama bagi seluruh pihak terdampak.

“Saat ini, kami tengah berkoordinasi dengan PT KAI untuk fokus pada proses evakuasi dan penanganan di lapangan, dengan mengutamakan keselamatan dan pertolongan pertama,” katanya.

Rosan juga menegaskan bahwa perusahaan akan terus memantau perkembangan situasi serta memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan terverifikasi.

“Kami akan terus memberikan informasi terbaru secara berkala seiring perkembangan situasi,” tambahnya.

Hingga saat ini, proses penanganan di lokasi kejadian masih berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Upaya evakuasi dan penanganan korban dilakukan secara intensif guna memastikan seluruh korban mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Seperti diketahui, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan antara Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin 27 April 2026 malam, meningkat menjadi 14 orang. Angka ini mencerminkan eskalasi dampak dari insiden yang mengguncang publik tersebut.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa berdasarkan pembaruan data hingga pukul 08.45 WIB, total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 14 orang. Informasi ini disampaikan seiring berlangsungnya proses penanganan di lapangan yang masih intensif.

Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut. Di sisi lain, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan perawatan medis di berbagai rumah sakit yang tersebar di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Peristiwa tragis di lintasan Bekasi Timur ini meninggalkan duka mendalam. KAI menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan, serta memberikan perhatian penuh kepada para korban luka yang tengah menjalani perawatan.

Sejak awal kejadian, prioritas utama diarahkan pada penyelamatan dan penanganan korban. Setiap langkah diambil dengan pendekatan kehati-hatian tinggi, mengingat sejumlah korban memerlukan penanganan khusus.

Proses evakuasi dilakukan secara presisi. Pertimbangan medis dan keselamatan menjadi landasan utama agar setiap tindakan berjalan optimal. Tim gabungan yang terdiri dari tenaga medis, Basarnas, KAI, serta instansi terkait bekerja secara sinergis di lapangan.

KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal. Biaya pengobatan bagi korban luka hingga proses pemakaman korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya melalui skema asuransi dan dukungan perusahaan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.