Logo
>

Danantara Perluas Strategi Investasi, tak Hanya Fokus pada Saham BUMN

BPI Danantara menegaskan portofolio investasinya juga menyasar emiten swasta berfundamental kuat, bukan semata saham milik BUMN.

Ditulis oleh KabarBursa.com
Danantara Perluas Strategi Investasi, tak Hanya Fokus pada Saham BUMN
Danantara memperluas strategi investasi ke emiten swasta berfundamental kuat dan aktif di pasar modal, tak hanya terfokus pada saham BUMN. Foto: IG @pandisjahrir.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - BPI Danantara menyatakan strategi investasinya di pasar saham tidak hanya terfokus pada emiten BUMN, tetapi juga menjangkau perusahaan swasta yang memiliki fundamental kuat. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan dalam menyusun portofolio, pihaknya menitikberatkan pada kualitas fundamental perusahaan, bukan sekadar status kepemilikan.

    “Kami tidak pilih-pilih. Kami melihat saham berdasarkan fundamental, bukan hanya saham BUMN. Banyak perusahaan swasta yang potensial, jadi kami harus memantau mereka juga,” ujar Pandu di acara China Conference Southeast Asia di St Regis Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

    Pandu mengungkapkan Danantara telah rutin berinvestasi di pasar modal, meskipun ia enggan menyebutkan besaran dana yang telah digelontorkan. Menurutnya, kerahasiaan tersebut penting untuk menjaga stabilitas pasar dan mencegah guncangan yang tidak diinginkan. “Dana sudah tersedia, tapi kami tidak akan mengumumkannya. Kalau disebutkan, bisa dianggap mengganggu pasar. Yang jelas, kami berinvestasi setiap hari,” kata Pandu.

    Sebagai lembaga pengelola investasi negara, Danantara menegaskan komitmennya untuk tetap aktif di lantai bursa. Langkah ini bagian dari strategic asset allocation perusahaan yang mencakup penempatan dana di instrumen obligasi maupun ekuitas publik.

    Meski begitu, perseroan memilih tidak mengumumkan target pembelian harian agar pola transaksi tidak terbaca oleh pelaku pasar sehingga mengurangi risiko spekulasi berlebihan. “Kami tidak punya target khusus. Yang penting, kami tetap membeli secara konsisten. Kalau target diumumkan, bisa jadi pemain pasar akan menyesuaikan strategi mereka,” jelas Pandu.

    Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, Danantara tetap berpegang pada kriteria investasi yang ketat, yakni memilih perusahaan dengan fundamental solid, valuasi menarik, dan likuiditas memadai. Pandu menegaskan bahwa strategi ini menjadi kunci untuk menghadapi volatilitas jangka pendek.

    Selain fokus pada strategi investasi, Danantara juga mendukung rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut Pandu, transformasi ini penting untuk memperkuat institusi pasar modal, meniru kesuksesan bursa di Hong Kong, Singapura, dan Malaysia.

    Agendakan Pertemuan dengan Moody's

    Selain itu, Pandu menyatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service untuk menjelaskan arah kebijakan dan rencana kerja Danantara. Menurut Pandu, isu utama yang disoroti Moody’s bukanlah fundamental ekonomi Indonesia, melainkan kejelasan komunikasi mengenai arah kebijakan pemerintah dan lembaga terkait.

    “Pada dasarnya yang disampaikan Moody’s adalah soal komunikasi. Mereka ingin kejelasan sebenarnya apa yang ingin kita lakukan, sesederhana itu,” jelas Pandu.

    Ia menambahkan, koordinasi komunikasi menjadi penting agar seluruh pihak, termasuk lembaga pemeringkat lain yang dijadwalkan melakukan penilaian seperti Fitch dan S&P, memahami arah strategi Indonesia.

    “Tentu harus di-follow up dengan baik. Kita harus komunikasi sebagai satu, karena kita satu Indonesia. Peringatan seperti ini bagus karena menunjukkan pentingnya komunikasi dan arahan,” kata Pandu.

    Ia menegaskan, sistem kebijakan pemerintah dan institusi terkait pada dasarnya mampu mengevaluasi diri sendiri, asalkan rencana kerja dijelaskan secara terbuka dan dijalankan secara terkoordinasi. “Ini tugas kita. Sistem ini bisa mengoreksi dirinya sendiri. Kita hanya perlu menyampaikan dengan jelas apa yang ingin dikerjakan, lalu menjalankannya dengan baik,” katanya.

    Pandu mengakui komunikasi kepada publik selama ini masih belum berjalan optimal. Ia menilai berbagai capaian domestik Indonesia seharusnya dapat dijelaskan dengan lebih baik agar mudah dipahami oleh investor global.

    Menurut keponakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan ini, salah satu kelemahan utama Indonesia adalah kurangnya kemampuan untuk menceritakan keberhasilan sendiri secara konsisten. Ia menyebut Indonesia jarang menyampaikan kisah positifnya kepada dunia luar, padahal hal tersebut sangat penting untuk membangun kepercayaan dan persepsi yang lebih baik.

    Dalam kesempatan tersebut, Pandu juga menyoroti sejumlah perkembangan positif yang telah dicapai Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Ia menekankan adanya kemajuan dalam upaya pemberantasan korupsi, penguatan supremasi hukum, serta terjaganya stabilitas makroekonomi nasional.

    Lebih lanjut, Pandu menegaskan berbagai capaian positif tersebut perlu terus dikomunikasikan secara aktif dan berulang. Menurutnya, komunikasi yang efektif menjadi kunci agar dunia internasional dapat melihat perkembangan Indonesia secara lebih utuh dan objektif.

    Lanjut Pandu, fokus pembangunan sumber daya manusia di bawah Presiden Prabowo menjadi strategi jangka panjang, berbeda dengan pemerintahan sebelumnya yang menitikberatkan pada infrastruktur fisik. “Dengan jumlah penduduk sekitar 300 juta orang, Presiden fokus pada program makan gratis dan pendidikan,” jelas Pandu.

    Sebelumnya, Moody’s memangkas outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif setelah melakukan asesmen pada 27-29 Januari 2026. Dalam proses ini, Moody’s berdiskusi dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan Danantara.

    Meskipun outlook berubah menjadi negatif, peringkat kredit Indonesia tetap Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade. Perubahan outlook mencerminkan perhatian Moody’s terhadap prediktabilitas kebijakan, kualitas komunikasi publik, dan koordinasi antar-lembaga. (ADI SUBCHAN)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    KabarBursa.com

    Redaksi