Logo
>

Pandu Sjahrir: MBG Investasi Strategis Pembangunan Infrastruktur Manusia

Danantara investasi Rp20 triliun untuk peternakan ayam terintegrasi nasional demi mendukung program Makan Bergizi Gratis dan ketahanan protein hewani.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Pandu Sjahrir: MBG Investasi Strategis Pembangunan Infrastruktur Manusia
Ilustrasi program Makan Siang Bergizi (MBG). Foto: dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar program sosial, tetapi merupakan investasi strategis pembangunan modal manusia.

    Pandu menjelaskan, perbedaan fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menitikberatkan kepada pembangunan infrastruktur fisik, sementara Prabowo fokus kepada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

    "Presiden sebelumnya, Bapak Jokowi, fokus pada infrastruktur. Apa yang Presiden Prabowo fokuskan hari ini adalah pada infrastruktur manusia," ujar Pandu dalam acara South China Morning Post (SCMP) di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

    Pandu menjelaskan, pendekatan Prabowo terhadap 300 juta penduduk Indonesia diwujudkan melalui dua program utama, yakni Makan Bergizi Gratis dan pendidikan.

    Meski menyadari potensi kontroversi politik karena biaya besar yang harus dikeluarkan, Pandu menilai program ini sebagai investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat signifikan pada masa depan.

    "Maksud saya, secara politik, ini mungkin tidak populer, tetapi ini akan memberikan dividen 10-15 tahun dari sekarang," kata Pandu.

    Lebih jauh, Pandu menempatkan program MBG dalam kerangka tujuan Indonesia menjadi lima besar ekonomi dunia. Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-16 menurut data Dana Moneter Internasional (IMF) tahun 2023.

    "Karena berinvestasi dalam modal manusia adalah hal yang paling penting bagi negara kita untuk pergi dari ekonomi ke-15 dan 16, menjadi ekonomi ke-5 di dunia," ucap Pandu.

    Dukung MBG, Danantata Gelontorkan Rp20 Triliun

    Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengalokasikan investasi hingga Rp20 triliun untuk mengembangkan ekosistem peternakan ayam terintegrasi berskala nasional.

    Langkah ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan kecukupan pasokan protein hewani bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.

    Juru Bicara Kementerian Pertanian, Agung, menyatakan bahwa pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi merupakan inisiatif langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai strategi jangka panjang negara dalam mewujudkan swasembada protein.

    “Hilirisasi peternakan ayam terintegrasi ini dirancang untuk memastikan ketersediaan protein hewani yang berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat,” ujar Agung, Senin, 9 Februari 2026.

    Kementerian Pertanian (Kementan) menilai proyek tersebut akan menjadi tulang punggung swasembada protein nasional. Integrasi rantai pasok dari hulu, meliputi pembibitan dan pakan, hingga hilir seperti pengolahan, logistik, dan pemasaran diyakini mampu menciptakan stabilitas pasokan serta harga di pasar domestik.

    Dukungan terhadap program MBG menjadi salah satu fokus utama investasi ini. Berdasarkan data pemerintah, pelaksanaan MBG membutuhkan tambahan pasokan sekitar 1,1 juta ton daging ayam dan 774 ribu ton telur per tahun.

    Melalui proyek ini, Danantara memproyeksikan peningkatan produksi hingga 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun, yang akan menopang kebutuhan sekitar 82,9 juta penerima manfaat MBG.

    CEO Danantara Rosan P. Roeslani menyampaikan bahwa investasi di sektor peternakan merupakan bagian dari strategi besar hilirisasi nasional.

    “Danantara saat ini mendukung enam proyek hilirisasi strategis dengan nilai sekitar 7 miliar dolar AS. Ini adalah komitmen kami untuk membangun fondasi industri pangan dan peternakan yang kuat serta mandiri,” kata Rosan.

    Untuk memperkuat ekosistem peternakan rakyat, pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun bagi peternak dan koperasi.

    Skema pembiayaan ini diharapkan dapat mendorong peternak rakyat bergabung dalam rantai pasok modern yang lebih efisien dan berdaya saing.

    Di sisi hilir, BUMN pangan PT Indonesia Food (ID Food) akan berperan sebagai offtaker, menyerap hasil produksi peternak. Peran ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar serta menjaga stabilitas harga, sehingga peternak dapat fokus meningkatkan produktivitas.

    Sebagai tahap awal, proyek peternakan ayam terintegrasi ini akan dikembangkan di enam lokasi strategis sebagai percontohan, sebelum diperluas ke berbagai wilayah lain di Indonesia. (ADI SUBCHAN)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Citra Dara Vresti Trisna

    Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.