Logo
>

Danantara Siap-siap Groundbreaking Hilirisasi Fase II

Pelaksanaan groundbreaking untuk fase berikutnya akan dilakukan secara serempak, tidak satu per satu, agar lebih efektif

Ditulis oleh KabarBursa.com
Danantara Siap-siap Groundbreaking Hilirisasi Fase II
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menargetkan seluruh proses groundbreaking atau peletakan batu pertama terhadap 18 proyek hilirisasi. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menargetkan seluruh proses groundbreaking atau peletakan batu pertama terhadap 18 proyek hilirisasi dapat diselesaikan sebelum berakhirnya semester pertama 2026.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, setelah pelaksanaan Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase I pada Jumat 6 Februari 2026, pihaknya telah memetakan sejumlah proyek yang akan masuk dalam Fase II.

“Untuk fase kedua sebenarnya sudah ada proyeknya. Namun kami ingin memastikan seluruh tahapan bisa berjalan cepat dan sesuai dengan rencana serta planning yang telah kami susun,” ujar Rosan di Wisma Danantara, Jakarta.

Meski demikian, Rosan belum merinci proyek-proyek yang akan masuk dalam fase kedua. Ia menyebut, pelaksanaan groundbreaking lanjutan dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai Maret hingga April 2026.

“Kami harapkan pada bulan Maret sudah ada groundbreaking, kemudian berlanjut di bulan April. Proses ini akan kami lakukan secara berkesinambungan dan terus-menerus,” katanya.

Rosan menegaskan, proyek yang telah diresmikan pada fase pertama baru merupakan sebagian dari keseluruhan program hilirisasi yang dirancang Danantara.

“Ini baru fase pertama. Total ada 18 proyek hilirisasi yang kami canangkan, dan seluruhnya akan kami selesaikan dalam waktu sesegera mungkin,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan groundbreaking untuk fase berikutnya akan dilakukan secara serempak, tidak satu per satu, agar lebih efektif.

“Kami akan mengumpulkan proyek-proyeknya terlebih dahulu. Untuk groundbreaking, kami menginginkan pelaksanaannya bisa dilakukan bersama-sama, bukan secara terpisah,” jelas Rosan.

Pada fase pertama, Danantara telah memulai groundbreaking untuk enam proyek hilirisasi. Dengan demikian, masih terdapat 12 proyek lainnya yang akan menyusul pada fase berikutnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menyerahkan 18 proyek hilirisasi yang telah melalui tahap pra feasibility study kepada Danantara pada Selasa 22 November 2025.

Dari total 18 proyek tersebut, sebanyak 12 proyek berada di sektor energi, sementara sisanya tersebar di sektor kelautan, perikanan, dan pertanian. Rinciannya meliputi:

Rincian 18 Proyek Hilirisasi

Sektor Energi (12 Proyek):

Hilirisasi Minerba: 8 proyek

Transisi Energi: 2 proyek

Ketahanan Energi: 2 proyek
 

Sektor Kelautan dan Perikanan (3 Proyek):

Industri Chlor Alkali Plant (Garam)

Industri Fillet Tilapia

Industri Carrageenan (Rumput Laut)

Sektor Pertanian (3 Proyek):

Industri Oleoresin (Pala)

Industri Oleofood (Kelapa Sawit)

Industri Nata de Coco, MCT, Coconut Flour, dan Activated Carbon (Kelapa)

Sementara itu, delapan proyek hilirisasi minerba mencakup pembangunan industri smelter aluminium berbasis bauksit, pengembangan dimethyl ether (DME) di enam lokasi, industri aspal Buton, mangan sulfat, stainless steel slab, copper rod, wire & tube, besi baja dari pasir besi, hingga chemical grade alumina.

Dengan perencanaan tersebut, BPI Danantara menegaskan komitmennya untuk mempercepat hilirisasi sektor strategis nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi, kelautan, dan pertanian Indonesia. (*/UAS)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

KabarBursa.com

Redaksi