Logo
>

Ditanya Soal Utang Whoosh, Danantara Senggol Menkeu Purbaya

Danantara telah menyampaikan tawaran skema restrukturisasi kepada pemerintah dan kini menunggu keputusan final

Ditulis oleh Adi Subchan
Ditanya Soal Utang Whoosh, Danantara Senggol Menkeu Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh dapat diselesaikan pada semester pertama 2026.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyebut pembahasan terkait restrukturisasi utang proyek tersebut kini berada di level pemerintah, khususnya antara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta Menteri Keuangan.

Menurut dia, Danantara telah menyampaikan tawaran skema restrukturisasi kepada pemerintah dan kini menunggu keputusan final.

“Utang Whoosh nanti ditanyakan ke Pak Menko. Dari kami sebenarnya sudah selesai, termasuk tawaran skemanya. Sekarang tinggal menunggu keputusan dari Pak Menko dan Pak Menkeu,” ujar Dony di Manggarai, Jakarta Selatan dikutip Selasa, 17 Maret 2026.

Dony menegaskan pemerintah berupaya agar penyelesaian utang proyek kereta cepat tidak berlarut-larut sehingga pengembangan sektor perkeretaapian bisa segera masuk tahap berikutnya.

“Kita ingin prosesnya secepat mungkin. Harapannya paling tidak semester ini sudah selesai agar tidak berkepanjangan dan kita bisa masuk ke fase pengembangan selanjutnya,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kewajiban utang proyek tersebut tetap ada. Namun pemerintah tengah mengkaji perbaikan struktur pembiayaan agar tidak membebani operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) sebagai pemimpin konsorsium BUMN dalam proyek kereta cepat.

“Pada prinsipnya utangnya tetap ada. Hanya saja struktur pembiayaannya akan diperbaiki supaya tidak mengganggu operasional perkeretaapian ke depan,” kata Dony.

Pemerintah, lanjutnya, juga tengah menyiapkan pengembangan transportasi berbasis rel di berbagai wilayah. Beberapa proyek yang direncanakan antara lain elektrifikasi jalur Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, hingga Jakarta-Rangkasbitung.

Karena itu, Danantara ingin memastikan persoalan pembiayaan proyek kereta cepat tidak berdampak pada kondisi keuangan KAI.

“Kita ingin ke depan ini tidak menjadi beban bagi KAI. Justru kita ingin KAI semakin berkembang karena moda transportasi massal yang kita dorong ke depan adalah kereta api,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pembahasan mengenai restrukturisasi utang proyek kereta cepat tersebut pada prinsipnya telah selesai di tingkat pemerintah.

Meski demikian, ia menegaskan pengumuman resmi mengenai skema penyelesaian utang akan disampaikan langsung oleh Presiden atau pejabat pemerintah yang berwenang.

“Rapatnya sebenarnya sudah menghasilkan keputusan. Namun pengumuman resminya nanti akan disampaikan oleh Presiden atau pemerintah secara resmi,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 13 Maret /2026.

Sebagai informasi, layanan kereta cepat Whoosh saat ini dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan patungan antara konsorsium Indonesia dan China.

Konsorsium Indonesia diwakili PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia dengan kepemilikan saham 60 persen. Sementara konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd memiliki 40 persen saham.

PSBI sendiri beranggotakan empat BUMN yakni KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, serta PT Perkebunan Nusantara VIII.

Dalam struktur kepemilikan tersebut, KAI menjadi pemegang saham mayoritas KCIC dengan porsi sekitar 51,37 persen.

Berdasarkan laporan terakhir pada semester I 2025, KCIC masih mencatat kerugian sebesar Rp1,6 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1,42 triliun menjadi porsi yang harus ditanggung KAI sebagai pemegang saham terbesar di konsorsium Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Adi Subchan

Adi Subchan, telah berkarir sebagai jurnalistik sejak 2002 dan telah meliputi tentang Politik, Olahraga, Lifestyle, dan Ekonomi di berbagai media berskala nasional maupun lokal (daerah). Dan pernah ditugaskan meliput peristiwa-peristiwa besar di Indonesia dan dunia. Tercatat pula sebagai Wartawan Utama melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diinisiasi LPSD dengan nomor 749-LPDS/WU/DP/I/2012/03/05/79.