Logo
>

Dukung Bisnis Ekspor, DHE Tracker Jadi Fitur Baru Kopra by Mandiri

Bank Mandiri meluncurkan fitur DHE Tracker di Kopra by Mandiri untuk membantu eksportir memantau devisa hasil ekspor secara real-time dan memastikan kepatuhan regulasi.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Dukung Bisnis Ekspor, DHE Tracker Jadi Fitur Baru Kopra by Mandiri
Transaksi Kopra tembus Rp27 ribu triliun, Bank Mandiri luncurkan fitur DHE Tracker untuk mudahkan pengusaha. Foto: dok. Bank Mandiri

KABARBURSA.COM - Bank Mandiri memperkuat layanan digital untuk para pelaku usaha. Melalui platform wholesale digital Kopra by Mandiri, bank pelat merah ini menghadirkan fitur DHE Tracker.

Fitur DHE Tracker dalam Kopra by Mandiri, memungkinkan eksportir memantau pengelolaan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) secara real-time.

Inovasi Bank Mandiri ini, dirancang untuk membantu perusahaan memastikan kepatuhan terhadap aturan penempatan DHE SDA pada Rekening Khusus (Reksus).

Kepatuhan tersebut juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2025. Sementara dalam praktiknya, pengelolaan DHE SDA membutuhkan pencatatan yang akurat dan pemantauan transaksi yang konsisten.

Fitur DHE Tracker pada Kopra by Mandiri diharap dapat memberikan visibilitas menyeluruh atas dana yang masuk ke rekening khusus. Sehingga proses rekonsiliasi dan administrasi dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Senior Vice President Digital Wholesale Banking Bank Mandiri, Yohan Sugiono mengatakan, inovasi ini merupakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi digital yang mendukung operasional eksportir, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

“Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen Bank Mandiri mendukung eksportir Indonesia tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing di pasar global. Pada saat bersamaan, juga memperkuat sistem keuangan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat 6 Maret 2026.

Lebih lanjut, DHE Tracker juga akan membantu perusahaan dalam memantau transaksi dana masuk secara langsung melalui satu ekosistem digital terintegrasi.

Sistem tersebut membantu tim keuangan melakukan rekonsiliasi data sekaligus meminimalkan risiko kesalahan pencatatan.

Salah satu fitur utama yang disematkan adalah self-flagging, yang memungkinkan perusahaan mengategorikan dana berdasarkan jenis transaksi, seperti hasil ekspor minyak dan gas, nonmigas, maupun transaksi lain sesuai ketentuan.

Pengelompokan ini memudahkan penyusunan laporan internal, proses audit, hingga pemenuhan kewajiban regulasi secara lebih tertib dan terdokumentasi.

Kopra juga menyediakan notifikasi otomatis setiap kali terdapat dana yang masuk ke Rekening Khusus DHE SDA. Dengan sistem ini, perusahaan tidak lagi perlu melakukan pengecekan manual secara berkala.

Selain itu, laporan transaksi incoming dapat diunduh sebagai dokumen pendukung administrasi, sehingga memudahkan perusahaan dalam menyiapkan arsip dan kebutuhan pelaporan.

Transaksi Kopra Tembus Rp27 Ribu Triliun

Bank Mandiri mencatat adopsi platform Kopra terus meningkat. Hingga Desember 2025, nilai transaksi melalui Kopra by Mandiri telah melampaui Rp27 ribu triliun atau tumbuh lebih dari 20 persen secara tahunan.

Volume transaksi juga mencapai lebih dari 1,5 miliar transaksi atau meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara jumlah pengguna Kopra telah menembus lebih dari 300 ribu.

Dengan inovasi digital tersebut, Bank Mandiri berharap platform Kopra dapat menjadi solusi strategis bagi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat tata kelola pengelolaan devisa ekspor.

“Kehadiran DHE Tracker semakin memperkuat peran Kopra by Mandiri sebagai enabler transformasi digital sektor wholesale, sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Yohan. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.