Logo
>

Harga Emas Terus Merangkak Naik, Perak Pecah Rekor

Emas dan perak kembali menguat tajam, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed serta reli logam mulia yang meluas di tengah sentimen pasar global.

Ditulis oleh Yunila Wati
Harga Emas Terus Merangkak Naik, Perak Pecah Rekor
Ilustrasi: Sebongkah emas (gold nugget). (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM - Harga emas global kembali menunjukkan kekuatannya pada perdagangan Jumat waktu setempat, 29 November 2025. Penguatan menandai reli yang konsisten selama sebulan penuh. 

Lonjakan 1 persen membawa emas spot ke level tertinggi dalam dua pekan. Emas Spot ditutup di USD4.210,94 per ons setelah sempat menyentuh level puncak di 13 November 2025. Kenaikan ini menegaskan tren penguatan yang stabil, dengan kenaikan mingguan 3,6 persen dan pertumbuhan bulanan 5,2 persen. Dan ini menjadi bulan keempat berturut-turut emas mencatatkan penguatan. 

Di sini terlihat bahwa pasar global masih melihat emas sebagai aset lindung nilai yang relevan di tengah dinamika kebijakan moneter dunia.

Faktor utama yang mendorong reli emas berasal dari meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada Desember. Komentar dovish dari pejabat Fed seperti Christopher Waller dan John Williams, ditambah data ekonomi AS yang melemah setelah penutupan pemerintahan, memperkuat spekulasi bahwa suku bunga akan segera diturunkan. 

Sentimen tersebut terlihat jelas pada pergerakan probabilitas pasar, di mana para trader kini menilai peluang pemangkasan suku bunga mencapai 87 persen. Persentase tersebut naik dari hanya 50 persen pada pekan sebelumnya. 

Dalam lingkungan suku bunga rendah, emas menjadi lebih menarik karena sifatnya yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga kompetisinya dengan instrumen berbasis bunga berkurang.

Futures emas AS untuk pengiriman Februari juga mengalami kenaikan sejalan dengan pasar spot. Kontrak tersebut menguat 1,3 persen dan ditutup pada USD 4.254,9 per ons. 

Pemulihan aktivitas di CME Group setelah gangguan teknis selama beberapa jam, membantu menstabilkan perdagangan. CME sendiri merupakan pusat likuiditas bagi berbagai komoditas, termasuk emas. Pemulihan cepat itu memastikan bahwa momentum harga emas tidak terganggu oleh kendala teknis.

Perak Jadi Bintang Utama, Pecah Rekor

Selain emas, logam mulia lain juga mencatat pergerakan mengesankan, dengan perak menjadi bintang utama. Harga perak melesat ke rekor tertinggi baru di USD 56,78 per ounce, melonjak 6,1 persen pada sesi perdagangan hari ini. Perak juga mencetak pertumbuhan bulanan hingga 16,6 persen. 

Kenaikan signifikan ini tidak hanya didorong oleh fundamental pasokan dan permintaan, tetapi juga oleh perubahan struktur teknikal yang semakin bullish. Analisis grafis menunjukkan bahwa pola harga perak memberikan sinyal akumulasi kuat dalam sepekan terakhir, sehingga mendorong spekulan berbasis teknikal untuk masuk lebih agresif.

Permintaan emas, di sisi lain, masih menunjukkan variasi lintas wilayah. Di Asia, tekanan harga tinggi membuat pembelian emas fisik melemah meski musim pernikahan di India telah dimulai. Diketahui, musim pernikahan di India menjadi periode yang biasanya meningkatkan konsumsi emas. 

Di Tiongkok, penghapusan pengecualian pajak pada pembelian emas turut menekan minat konsumen. Dalam hal ini, permintaan fisik belum sejalan dengan reli harga global.

Sementara itu, logam mulia lainnya seperti platinum dan palladium, juga bergerak positif. Platinum naik 4 persen menjadi USD1.672,50 dan mencatat kenaikan mingguan 10,7 persen. Sementara palladium, menguat 0,8 persen ke USD1.450,16 dan berada di jalur kenaikan mingguan 5,6 persen. 

Pergerakan dua logam ini menunjukkan bahwa sentimen positif terhadap komoditas logam mulia tidak hanya terbatas pada emas dan perak, tetapi meluas ke kelompok logam dengan penggunaan industri yang lebih besar.

Kondisi pasar saat ini mengindikasikan bahwa kombinasi antara ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar, gangguan ekonomi di AS, dan dinamika teknikal di pasar logam telah menciptakan lingkungan yang mendukung reli berkelanjutan pada aset safe haven

Meskipun permintaan fisik masih lemah di beberapa negara Asia, dorongan dari investor global dan pelaku pasar berbasis spekulatif terus mempertahankan momentum penguatan harga logam mulia. 

Dengan probabilitas pemangkasan suku bunga yang semakin tinggi dan ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda, prospek logam mulia dalam jangka pendek tampak masih mengarah positif.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79