KABARBURSA.COM – Di tengah tekanan global yang makin kompleks dan gejolak pasar yang kian cepat berubah, Indonesia Economic Summit atau IES 2026 disiapkan sebagai ruang konsolidasi gagasan untuk membaca ulang arah reformasi ekonomi nasional. Forum ini dijadwalkan berlangsung pada 3–4 Februari 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, dengan mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku usaha, serta tokoh global dalam satu meja diskusi.
IES 2026 digagas oleh Indonesian Business Council atau IBC dengan tema Coming Together to Boost Resilient Growth and Shared Prosperity. Tema ini menegaskan kebutuhan untuk membangun pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tangguh menghadapi guncangan, tetapi juga mampu dibagi secara lebih merata. Dalam praktiknya, forum ini mengombinasikan sesi terbuka dan diskusi tertutup tingkat tinggi, agar dialog yang terbangun tidak berhenti di permukaan.
Bagi IBC, penyelenggaraan IES bukan sekadar agenda seremonial. CEO IBC Sofyan Djalil menilai forum ini lahir dari kesadaran bahwa tantangan ekonomi Indonesia tidak lagi sederhana. Tekanan global, perubahan arus investasi, hingga kebutuhan reformasi struktural menuntut pendekatan yang lebih pragmatis dan berorientasi solusi.
“Tujuan utama IES adalah mendukung reformasi ekonomi dan memperkuat daya saing jangka panjang,” ujar Sofyan di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Menurutnya, IES dirancang menjadi agenda tahunan dengan perspektif global dan komparatif. Artinya, diskusi yang dibangun tidak hanya berkutat pada persoalan domestik, tetapi juga membandingkan praktik terbaik dari berbagai negara untuk kemudian disesuaikan dengan konteks Indonesia.
Di sisi lain, COO IBC William Sabandar melihat IES sebagai jembatan dialog yang selama ini kerap terfragmentasi. Forum ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil dalam satu ruang yang sama, sekaligus menghubungkan pemangku kepentingan nasional dengan jejaring bisnis global dan regional.
“IES membawa pemikiran global dan berperan sebagai katalis pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata William.
Ia menilai kekuatan utama IES terletak pada pertukaran gagasan lintas negara dan lintas sektor. Melalui diskusi tersebut, kebijakan ekonomi diharapkan tidak hanya reaktif terhadap tekanan jangka pendek, tetapi juga memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan.
Skala forum ini juga tercermin dari daftar pembicara yang disiapkan. Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid menyebut IES 2026 akan menghadirkan sekitar 100 pembicara dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri, sejumlah pejabat tinggi dijadwalkan hadir, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Selain itu, forum ini juga akan dihadiri menteri dan wakil menteri lain, kepala badan, serta perwakilan Danantara. Dari luar negeri, sejumlah lembaga global, investor internasional, hingga sovereign wealth fund dari berbagai kawasan turut ambil bagian dalam diskusi.
Bagi Arsjad, kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan satu pesan penting bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan satu sumber daya. Sinergi antara modal publik dan privat, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan.
“Pertumbuhan membutuhkan kapital publik dan privat, nasional maupun internasional,” ujar Arsjad.
Ia berharap IES tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi mampu mendorong realisasi investasi yang berdampak nyata. Target akhirnya adalah penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, serta kenaikan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
“Tujuan akhirnya adalah menaikkan pendapatan dan kualitas hidup rakyat Indonesia,” katanya.
Dengan format diskusi yang lebih mendalam dan partisipasi lintas sektor, IES 2026 diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus dorongan konkret bagi reformasi ekonomi Indonesia di tengah lanskap global yang terus berubah.(Adi Subchan)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.