Logo
>

Indeks Wall Street Kompak Hijau: Musim Belanja Katalis Positif di Desember

Wall Street ditutup menguat dalam sesi pasca-Thanksgiving yang tipis, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan lonjakan saham teknologi jelang musim belanja akhir tahun.

Ditulis oleh Yunila Wati
Indeks Wall Street Kompak Hijau: Musim Belanja Katalis Positif di Desember
Ilustrasi Wall Street. (Foto: The Wall Street Experience)

KABARBURSA.COM - Sesi perdagangan Wall Street pada Jumat waktu setempat, 28 November 2025, menjadi penutup pekan yang cukup solid. Meskipu  berlangsung dalam durasi yang lebih pendek dan dengan volume transaksi yang jauh lebih tipis akibat libur Thanksgiving, indeks berhasil bergerak naik. 

Meski pasar sepi, arah indeks-indeks utama tetap menunjukkan momentum positif. Investor menatap akhir November dengan optimistisme.

Kenaikan indeks kali ini dipengaruhi oleh dua faktor kunci, yaitu menguatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada Desember serta performa saham-saham ritel dan teknologi yang kembali menanjak. 

Perkembangan itu memberikan dasar yang cukup kuat bagi pasar untuk bergerak naik meski dalam sesi yang minim likuiditas.

Di papan utama, Dow Jones Industrial Average berakhir menguat 0,61 persen ke level 47.716 poin, sementara S&P 500 naik 0,54 persen ke 6.849 poin. Nasdaq Composite, yang sepanjang bulan ini justru banyak ditekan oleh isu valuasi teknologi dan aksi ambil untung di sektor AI, berhasil mencatat kenaikan harian 0,65 persen. 

Penguatan serempak ini membuat ketiga indeks mengamankan kinerja mingguan yang impresif. S&P 500 mencatat kenaikan 3,73 persen, Nasdaq melonjak 4,91 persen, dan Dow bertambah 3,18 persen. 

Bahkan S&P dan Dow kini kembali berada di wilayah positif untuk pergerakan bulanan. Pemulihan ini menandai kuatnya rebound pasar di pekan terakhir November.

Sektor Kesehatan Anjlok, Eli Lilly Turun 2,6 Persen

Namun, tidak semua sisi pasar bergerak ke arah yang sama. Sektor kesehatan menjadi satu-satunya kelompok yang melemah pada sesi hari ini, terutama dipicu oleh penurunan 2,6 persen saham Eli Lilly. 

Kontras dengan itu, sektor teknologi justru tampil sebagai motor penggerak setelah saham Intel melonjak 10,2 persen. Kenaikan signifikan ini terjadi setelah analis TF International Securities menyampaikan bahwa Intel diperkirakan akan mulai mengirimkan prosesor seri M kelas bawah untuk Apple pada 2027.

Kabar ini langsung meningkatkan ekspektasi terhadap prospek jangka panjang perusahaan chip tersebut.

Meski demikian, pergerakan Nasdaq secara bulanan masih menunjukkan pelemahan 1,51 persen. Angka ini mencerminkan peningkatan kekhawatiran investor terhadap valuasi saham teknologi dan AI yang dianggap telah bergerak terlalu jauh dalam beberapa bulan terakhir. 

Aksi profit-taking tampak lebih dominan, terutama setelah reli kuat yang membuat harga saham teknologi berada di level sensitif. Efeknya terlihat pada fluktuasi lebih tajam sepanjang November dibandingkan indeks lain.

Gangguan di Pusat Data CyrusOne

Sesi perdagangan kali ini juga diwarnai oleh insiden gangguan teknis yang menghambat aktivitas futures global. CME Group sempat membekukan perdagangan mata uang, komoditas, dan futures ekuitas akibat masalah pendinginan di pusat data CyrusOne. 

Karena kontrak futures CME biasanya menjadi acuan penting untuk membaca arah pasar jelang pembukaan sesi reguler, gangguan ini berpotensi menciptakan risiko sistemik. Namun dampaknya relatif terbatas karena hari perdagangan berlangsung dalam volume rendah. Saham CME Group sendiri justru bergerak naik tipis.

Di luar teknikal pasar, pekan terakhir November juga menandai dimulainya musim belanja liburan di Amerika Serikat. Momentum Thanksgiving, Black Friday, dan Cyber Monday kerap menjadi katalis penting bagi saham-saham ritel, terutama karena periode ini sering kali menentukan arah pendapatan kuartal IV. 

Antisipasi terhadap peningkatan belanja konsumen ikut memperkuat sentimen di sektor ritel dalam beberapa sesi terakhir.

Secara keseluruhan, pergerakan Wall Street hari ini memperlihatkan kombinasi antara optimisme, kehati-hatian, dan dinamika teknis yang saling bertemu. Dukungan dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tetap menjadi jangkar yang menjaga pasar tetap stabil, sementara performa sektor teknologi membantu memperkuat reli mingguan. 

Namun bayang-bayang valuasi tinggi dan ketidakpastian arah perkembangan AI membuat pasar belum kembali sepenuhnya ke mode risk-on. Momentum belanja liburan dan arah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi faktor penentu apakah reli akhir tahun dapat bertahan atau mulai kehilangan tenaganya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79