KABARBURSA.COM - Proyek perluasan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di Jawa Barat terus dikebut. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap mengeksekusi pembangunan Jargas Kabupaten Cirebon Tahap 1 dengan membidik kuota masif sebanyak 41.000 Sambungan Rumah (SR) baru pada tahun ini.
Langkah penguatan hilirisasi energi cair domestik ini ditandai dengan agenda audiensi strategis antara Direktorat Jenderal Migas bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon. Langkah ini ditujukan untuk memantapkan koordinasi fiskal dan teknis di lapangan agar proyek infrastruktur hulu-hilir tersebut rampung tepat waktu.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswandoro, menegaskan bahwa dukungan penuh dari pemda dan penyederhanaan perizinan lokal menjadi faktor penentu keberhasilan konstruksi di lapangan.
"Pembangunan Jargas membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, government daerah, kontraktor pelaksana, dan seluruh pemangku kepentingan. Melalui koordinasi ini, kami berharap seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga manfaat Jargas dapat segera dirasakan masyarakat Kabupaten Cirebon," ujar Agung dalam keterangannya, dikutip Rabu, 3 Juni 2026.
Agung menjabarkan, aliran investasi jargas pada fase awal ini akan dialokasikan untuk mendanai interkoneksi pipa gas yang tersebar di empat wilayah kecamatan potensial di Kabupaten Cirebon, meliputi Kecamatan Palimanan, Kecamatan Gempol, Kecamatan Depok, Kecamatan Duku Puntang.
Ekspansi kilat ini dinilai mendesak guna memberikan opsi energi memasak yang jauh lebih murah, aman, dan efisien bagi masyarakat ketimbang ketergantungan pada LPG tabung.
Di tempat yang sama, Koordinator Pokja Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Migas, Sugiarto, menjelaskan bahwa perluasan pasar gas rumah tangga di Cirebon didukung oleh kesiapan basis infrastruktur yang sudah terbangun pada tahun-tahun sebelumnya.
Secara akumulatif, pemerintah tercatat telah mengaktifkan sebanyak 14.663 SR di Cirebon yang terbagi dalam tiga gelombang proyek masal terdahulu.
"Keberadaan jaringan gas yang telah dibangun s
belumnya menjadi modal yang baik untuk melanjutkan pengembangan Jargas di Kabupaten Cirebon. Kami berharap pembangunan tahap berikutnya dapat semakin meningkatkan akses masyarakat terhadap energi yang lebih bersih, aman, dan efisien," jelas Sugiarto.
Sebagai rincian historis komersialisasinya, jargas Cirebon mula-mula dibangun sebanyak 4.000 SR pada tahun 2012, kemudian ditambah 6.105 SR pada tahun 2019, dan terakhir disuntik sebanyak 4.558 SR pada tahun 2021 lalu.(*)
Jargas Cirebon Tahap I Siap Digarap, Sasar 41.000 Rumah Tangga
Ekspansi kilat ini dinilai mendesak guna memberikan opsi energi memasak yang jauh lebih murah, aman, dan efisien bagi masyarakat ketimbang ketergantungan pada LPG tabung.
Ditulis oleh
Gusti Ridani
•