KABARBURSA.COM – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) memperoleh tambahan pekerjaan dari program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Produsen beton pracetak tersebut mencatat nilai pasokan sebesar Rp75,9 miliar untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.
Perolehan tersebut menambah portofolio proyek WIKA Beton di tengah upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan. Bagi perseroan, keterlibatan dalam program Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi sumber pendapatan baru, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan sebagai pemasok material konstruksi untuk proyek-proyek strategis nasional.
Dalam proyek tersebut, WIKA Beton memasok sejumlah produk beton pracetak, antara lain tiang pancang kotak untuk fondasi bangunan sekolah, u-ditch untuk sistem drainase, serta hollow core slab yang digunakan sebagai pelat lantai bangunan bertingkat. Penggunaan beton pracetak dinilai mampu mempercepat proses konstruksi karena sebagian besar komponen diproduksi terlebih dahulu di pabrik sebelum dikirim ke lokasi proyek.
Perseroan menilai metode tersebut sejalan dengan target pemerintah yang ingin mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Dukungan WIKA Beton juga ditopang oleh 13 pabrik yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia sehingga memudahkan distribusi produk dan mempercepat pelaksanaan pekerjaan.
Kecepatan pembangunan menjadi faktor penting mengingat pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029. Program tersebut diproyeksikan mampu menjangkau sekitar 500 ribu peserta didik dan diharapkan menjadi instrumen untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.
Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, mengatakan keterlibatan perseroan dalam proyek tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan nasional.
"Kami memandang proyek ini sebagai bentuk dedikasi korporasi WIKA Beton dalam menyediakan sarana belajar yang layak demi masa depan generasi penerus bangsa," ujar Kuntjara dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut dia, proyek tersebut tidak hanya dipandang sebagai pencapaian bisnis semata, melainkan juga bagian dari tanggung jawab korporasi untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui pembangunan sarana pendidikan.
Kuntjara menegaskan kontribusi tersebut juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk konstruksi yang memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
"Komitmen ini sejalan dengan produk pracetak kami yang mengutamakan aspek keberlanjutan lingkungan, dari pemanfaatan material hingga proses produksi," katanya.
Ia berharap keterlibatan perseroan dalam proyek tersebut dapat memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga masyarakat luas.
"Oleh karena itu, kontribusi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi kinerja finansial WIKA Beton, tetapi juga bagi masyarakat luas," ujar Kuntjara.
Masuknya WIKA Beton ke dalam rantai pasok program Sekolah Rakyat menunjukkan bagaimana proyek-proyek prioritas pemerintah mulai memberikan peluang bisnis bagi sektor konstruksi dan industri bahan bangunan. Selain kontraktor utama, pembangunan sekolah tersebut juga membuka ruang pekerjaan bagi produsen beton pracetak, pemasok material, hingga perusahaan logistik yang terlibat dalam proses pembangunan.
Sejalan dengan proyek tersebut, WIKA Beton juga menegaskan komitmennya terhadap implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 mengenai pendidikan berkualitas dan poin 9 terkait pembangunan infrastruktur yang tangguh. Perseroan menilai pembangunan fasilitas pendidikan yang cepat dan efisien dapat menjadi fondasi bagi lahirnya sumber daya manusia yang lebih kompetitif di masa depan.
Sebagai anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), WIKA Beton juga merupakan bagian dari ekosistem BUMN yang kini berada dalam pengelolaan strategis Danantara Indonesia.
Melalui target pembangunan yang masih berlangsung hingga beberapa tahun ke depan, peluang tambahan kontrak dari program Sekolah Rakyat masih terbuka bagi pelaku industri konstruksi nasional. Bagi WIKA Beton, pasokan beton pracetak senilai Rp75,9 miliar menjadi salah satu bukti awal bahwa proyek pemerintahan Prabowo mulai memberikan dampak bagi emiten mereka.(*)