KABARBURSA.COM — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali kembali menjadi panggung pertemuan gagasan besar. Di tengah geliat teknologi global, kawasan yang dikelola PT Bali Turtle Island Development ini menjadi ruang dialog lintas sektor yang mencoba menghubungkan inovasi masa depan dengan karakter kepemimpinan bangsa.
Acara yang digelar di UID Bali Campus pada 18 April 2026 ini mempertemukan pejabat negara, pelaku industri teknologi, hingga generasi muda. Fokusnya adalah mendorong kolaborasi nyata untuk membangun ekosistem kecerdasan buatan yang bertanggung jawab sekaligus menyiapkan pemimpin masa depan.
Forum publik yang menjadi inti kegiatan ini diselenggarakan oleh Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA) dengan tajuk The Power of AI Transforming Sustainable Enterprise and Entrepreneurship. Agenda tersebut juga dirangkai dengan perayaan kelulusan Happy Digital X Cohort 3.0, sebuah program pendidikan eksekutif selama 12 minggu yang berfokus pada transformasi digital, kepemimpinan, dan keberlanjutan. Program ini merupakan kolaborasi antara TSEA, Tsinghua Shenzhen International Graduate School, dan Tsinghua University.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan bahwa perkembangan teknologi tidak bisa dilepas dari tanggung jawab regulasi. “Kebutuhan akan regulasi AI yang kuat dan bertanggung jawab bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak yang tidak terelakkan,” dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat, 24 April 2026.
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah menyusun peta jalan nasional AI sekaligus kerangka etika yang melibatkan berbagai pihak. Langkah ini dinilai penting agar teknologi tidak berkembang tanpa arah dan tetap berpihak pada masyarakat.
Di sisi lain, sektor usaha kecil juga disorot. Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM M Riza A Damanik menilai masa depan ekonomi nasional akan ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi. “Masa depan bukan milik mereka yang sekadar memahami teknologi, melainkan milik mereka yang menerapkannya dengan disiplin, kreativitas, dan tujuan,” kata Riza.
Pandangan ini menggarisbawahi bahwa teknologi tanpa implementasi hanya akan menjadi jargon, sementara pelaku yang adaptif justru akan mengambil peluang.
Bali Didorong Jadi Pusat AI dan Kewirausahaan Baru
Sejumlah pelaku teknologi global turut memberikan perspektif. Head of Technology AWS Indonesia Donald Tirtaatmadja menyatakan komitmen untuk mendorong Bali menjadi pusat diskusi dan pengembangan teknologi berbasis AI.
“Kami berkomitmen untuk mendukung Bali sebagai destinasi utama bagi konferensi tingkat CXO di bidang AI, pengembangan Coders Village di Kura Kura Bali, serta diskusi mengenai tata kelola AI,” kata Donald.
Sejumlah panelis lain juga melihat Bali memiliki posisi strategis dalam peta teknologi global. Bali berada pada posisi yang tepat untuk Gerakan Non-Blok Digital dalam mempromosikan kewirausahaan AI yang inklusif berbasis Tri Hita Karana.
Pandangan ini menempatkan Bali bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai titik temu antara teknologi, budaya, dan ekonomi berkelanjutan.
Diskusi soal teknologi dilengkapi dengan pendekatan yang lebih mendasar, yakni pembentukan karakter kepemimpinan.
Yayasan United In Diversity menggelar lokakarya kepemimpinan yang melibatkan puluhan siswa dari berbagai sekolah. Fokusnya adalah membentuk pemimpin yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki empati.
“Untuk menjadi pemimpin yang berkesadaran di era teknologi ini, kita harus mampu menyelaraskan kepala, hati, dan tangan,” ujar Direktur UID Bali Campus sekaligus fasilitator kegiatan, Shobi Lawalata.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak melihat kepemimpinan tidak sekadar sebagai posisi, melainkan tanggung jawab sosial yang membutuhkan keseimbangan antara logika dan nilai kemanusiaan. Salah satu peserta, Ketut Arya Pradana, mengaku mendapatkan perspektif baru dari kegiatan tersebut.
“Insight yang saya dapat dari acara ini sangat banyak, salah satunya seperti sifat kepemimpinan yang baik dalam organisasi di sekolah,” kata Ketut.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.