Logo
>

KEK Lido Naik Panggung Nasional, Pesta Retail 2026 Jadi Uji Coba Destinasi MICE

Ajang Pesta Retail 2026 di KEK Lido menandai kesiapan kawasan ekonomi khusus ini menjadi pusat MICE nasional, dengan UMKM dan ritel sebagai penggerak utama.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
KEK Lido Naik Panggung Nasional, Pesta Retail 2026 Jadi Uji Coba Destinasi MICE
Tampak udara Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan Lido Music & Art Center (LMAC) sebagai salah satu fasilitas utama yang digunakan untuk penyelenggaraan Pesta Retail 2026. Foto: Dok. Dewan Nasional KEK

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM — Pagi itu, 26 Januari 2026, kawasan Lido tak hanya dipenuhi suara musik dan riuh pertemuan pelaku usaha ritel. Di Lido Music and Art Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebuah pesan yang lebih besar sedang disampaikan. Kawasan Ekonomi Khusus Lido mulai diuji sebagai panggung agenda nasional, sekaligus etalase kesiapan Indonesia membangun destinasi MICE baru di luar pusat kota.

    Pesta Retail 2026 yang digelar oleh PT HM Sampoerna melalui Sampoerna Retail Community pada Senin 26 Januari menjadi penanda penting. Pemilihan KEK Lido sebagai lokasi acara berskala nasional ini bukan sekadar soal tempat, melainkan sinyal bahwa kawasan tersebut siap naik kelas, dari kawasan pengembangan menjadi simpul kegiatan ekonomi dan pertemuan nasional.

    Acara dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam sambutannya, ia menarik benang merah antara geliat ritel rakyat dan arah besar pembangunan ekonomi nasional. Menurut Airlangga, kekuatan ekonomi Indonesia justru bertumpu pada aktivitas kewirausahaan yang tumbuh dari bawah, terutama UMKM ritel.

    “Di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, penguatan UMKM menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Airlangga, dikutip dari siaran pers Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Rabu, 28 Januari 2026.

    Ia menegaskan penciptaan lapangan kerja, penguatan kewirausahaan, dan percepatan digitalisasi UMKM bukan jargon kebijakan, melainkan fondasi agar ekonomi nasional tetap bergerak di tengah ketidakpastian global. Dalam konteks itu, keberadaan komunitas ritel seperti SRC dinilai memainkan peran krusial.

    Airlangga secara khusus mengapresiasi konsistensi SRC yang telah berjalan selama 18 tahun membangun ekosistem UMKM ritel di berbagai daerah. Ia membeberkan data yang jarang disadari publik. Omzet toko SRC secara nasional mencapai Rp236 triliun per tahun, setara dengan 11,3 persen dari total produk domestik bruto sektor ritel nasional.

    “Uang receh di warung-warung rakyat inilah yang menjadi fondasi ekonomi Indonesia, bahkan saat badai global datang,” ujarnya.

    Di balik panggung acara, KEK Lido sendiri tengah dipoles untuk menjawab ambisi yang lebih besar. Selain fasilitas yang sudah beroperasi seperti Lido Music and Art Center, kawasan ini juga sedang dikembangkan dengan proyek akomodasi wisata berskala besar. Kapasitasnya dirancang hingga 5.000 kamar, mulai dari hotel bintang tiga hingga hotel mewah, lengkap dengan fasilitas MICE dan infrastruktur pendukung lainnya.

    Data pengelola menunjukkan geliat aktivitas di kawasan ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Sepanjang 2023 hingga 2024, jumlah pengunjung event di KEK Lido telah menembus 120.000 orang. Sebanyak 143 pelaku UMKM tercatat terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang digelar di kawasan tersebut.

    Angka-angka itu menjadi dasar optimisme bahwa KEK Lido dapat terus dimanfaatkan sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan berskala nasional. Harapannya, kawasan ini bukan hanya menggerakkan sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat ekonomi kreatif dan memberi ruang tumbuh bagi UMKM lokal secara berkelanjutan.

    Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang menyampaikan harapannya agar Lido Music and Art Center menjadi magnet baru bagi industri hiburan dan event. “Kami berharap Lido Music and Art Center ini dapat menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai macam konser, baik nasional maupun internasional, juga beragam hiburan lainnya yang dapat tersedia di KEK Lido,” ujarnya.

    Pesta Retail 2026 sendiri dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Wakil Bupati Kabupaten Bogor, jajaran deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, hingga Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk dan perwakilan Philip Morris International untuk kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. Hadir pula mitra usaha serta pelaku UMKM dan ritel dari berbagai daerah di Indonesia.

    Di balik pertemuan itu, KEK Lido perlahan menegaskan posisinya. Bukan hanya sebagai lokasi acara, tetapi sebagai simbol bahwa pembangunan kawasan ekonomi kini diarahkan untuk benar-benar hidup, ramai, dan terhubung langsung dengan denyut ekonomi rakyat.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Moh. Alpin Pulungan

    Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

    Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).