KABARBURSA.COM – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas unit di lingkungan Kemenkeu guna menghadapi tantangan fiskal yang semakin kompleks.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa kebutuhan organisasi ke depan menuntut integrasi dan konsolidasi yang lebih erat antarunit agar pelaksanaan kebijakan fiskal semakin efektif dan responsif.
“Dua pesan yang ingin saya sampaikan. Satu, cross-function. Kedua, koordinasi lintas unit. Saya minta dipererat pembicaraan di tingkat antarunit sehingga bisa dikonsolidasikan terus,” ujar Suahasil dalam keterangannya, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurutnya, penguatan koordinasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas kebijakan, terlebih di tengah dinamika fiskal yang dipengaruhi faktor global maupun domestik.
Sinergi lintas fungsi dinilai akan mempercepat respons terhadap perubahan kondisi ekonomi sekaligus memastikan kebijakan berjalan selaras di seluruh lini organisasi.
Di sisi lain, Suahasil juga menekankan pentingnya memahami perjalanan reformasi perbendaharaan sekaligus arah transformasinya di masa depan.
Ia menjelaskan bahwa modernisasi perbendaharaan telah berjalan seiring reformasi kelembagaan dan pemanfaatan teknologi informasi sebagai tulang punggung operasional.
Dengan dukungan digitalisasi, proses kerja menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabel.
“Saya rasa tugas dari perbendaharaan kita akan berevolusi. Karena yang bagian angka selesai. Kita nggak perlu lagi staf yang kemudian kerjanya hanya mengalikan pakai kalkulator. Tulang punggungnya adalah teknologi informasi yang Anda gunakan,” ujarnya.
Lebih jauh, Wamenkeu menegaskan bahwa modernisasi bukan sekadar digitalisasi proses, melainkan perubahan peran institusi secara menyeluruh.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan diarahkan bertransformasi menjadi Indonesian Treasury yang modern, dengan fungsi strategis yang lebih luas.
“Tugas dari Perbendaharaan bukan hanya sekadar menjadi kasir, tapi juga pengelola ekonomi. Dia adalah regional chief economist, mempelajari perekonomian tempat dia berlokasi, menjadi financial advisor bagi pemerintah daerah,” tegasnya.
Transformasi kelembagaan, integrasi pengelolaan treasury, serta penguatan kolaborasi lintas fungsi dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan fiskal nasional.
Dengan langkah tersebut, Kemenkeu diharapkan semakin adaptif menghadapi tantangan ekonomi serta mampu mendukung stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan. (*) (Nade)