KABARBURSA.COM - Industri furnitur merupakan salah satu sektor hilir dan padat karya yang mempunyai nilai tambah tinggi serta berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Sektor ini menyumbang sebesar 0,92 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Reni Yanita mengatakan industri furnitur memiliki potensi ekspor yang harus terus dimaksimalkan.
Berdasarkan data Trademap (HS 9401–9403), nilai ekspor industri furnitur Indonesia pada tahun 2024 mencapai USD1,91 miliar. Sementara itu, pada periode Januari–November 2025, nilai ekspor tercatat sebesar USD 1,67 miliar. Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan ekspor utama dengan pangsa mencapai 54,6 persen dari total ekspor furnitur nasional.
Namun demikian, dinamika pasar global, khususnya kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat, turut memengaruhi kinerja ekspor furnitur nasional. Ketidakpastian global tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong perlunya strategi adaptif dan diversifikasi pasar ekspor.
Menurut dia, pemerintah terus mengambil langkah strategis melalui upaya diplomasi dan negosiasi perdagangan, serta mendorong perluasan pasar ekspor ke negara-negara nontradisional.
"Beberapa kawasan yang dinilai potensial antara lain Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, serta negara Asia seperti India dan Jepang,” jelas Reni dalam keterangannya dikutip, Selasa, 17 Februari 2026.
Kemenperin menilai, pelaku industri furnitur yang masih berskala industri kecil dan menengah (IKM) juga harus dibina dan didampingi agar mampu terus berkembang dan terjaga keberlangsungan bisnisnya.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, pemerintah terus berupaya untuk melakukan pembinaan dan pendampingan melalui berbagai program kegiatan, sehingga IKM furnitur dari berbagai daerah mampu bersaing dan menguasai pasar lokal serta mampu menembus pasar global.
“Kami juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengawal pengembangan industri furnitur dalam negeri yang inovatif dan mampu menjawab kebutuhan pasar dan sesuai dengan selera konsumen,” terang dia.
Salah satu kisah sukses pembinaan IKM furnitur yang mampu menembus pasar global, yakni IKM Furnitur CV Kayu Manis yang baru saja melaksanakan Acara Pelepasan Ekspor Produk Furnitur pada 6 Februari 2026.
Pada kesempatan tersebut, CV Kayu Manis berhasil mengekspor enam kontainer produk furnitur ke Spanyol, Italia, Prancis, dan Reunion (wilayah Prancis di Samudra Hindia). (*)