Logo
>

Modest Fashion RI Tumbuh Pesat, Serap 1,2 Juta Pekerja

Industri modest fashion Indonesia berkembang pesat dengan ratusan ribu unit usaha serta potensi ekspor besar di pasar fesyen muslim global.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Modest Fashion RI Tumbuh Pesat, Serap 1,2 Juta Pekerja
Ilustrasi industri modest fashion di Tanah Air. Foto: dok Kemenperin.

KABARBURSA.COM — Industri modest fashion menjadi salah satu penggerak sektor pakaian jadi yang bersifat padat karya di Indonesia. Perkembangan tren fesyen muslim tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi di industri fesyen, tetapi juga membuka peluang kerja yang besar, terutama pada industri kecil.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah industri kecil pakaian jadi di Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 594 ribu unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 1,2 juta pekerja.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam industri fesyen, baik sebagai pasar maupun produsen.

“Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemain utama industri modest fashion global dengan sektor industri yang padat karya,” ujarnya.

Perkembangan modest fashion juga sejalan dengan tren global. Laporan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025 mencatat konsumsi fesyen muslim dunia pada 2023 mencapai USD327 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi USD433 miliar pada 2028.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan tren tersebut menunjukkan peluang besar bagi Indonesia dalam industri fesyen muslim.

“Hal ini menunjukkan bahwa industri modest fashion memiliki prospek pasar yang sangat besar dan harus berkembang sehingga mampu membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat peran sebagai produsen sekaligus pusat tren modest fashion dunia,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Potensi pasar tersebut juga tercermin dari kinerja ekspor. Nilai ekspor modest fashion Indonesia ke negara anggota Organization Islamic Cooperation (OIC) pada 2023 tercatat mencapai USD990 juta.

“Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 83 persen jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang hanya mencapai US$ 540 juta, dan hal ini membuat Indonesia menjadi negara tujuh tertinggi ekspor ke negara OIC,” ungkap Agus.

Meski demikian, ekspor produk fesyen ke negara-negara anggota OIC masih didominasi oleh China, Turki, dan India. “Ini menjadi tugas semua stakeholder untuk meningkatkan peran Indonesia dalam pasar fesyen muslim dunia,” imbuhnya.

Reni menjelaskan, perkembangan modest fashion saat ini tidak hanya diminati oleh masyarakat muslim, tetapi juga oleh berbagai kalangan lintas budaya dan gaya hidup.

“Modest fashion kini telah berkembang menjadi tren busana global yang tidak hanya diminati oleh masyarakat muslim, tetapi juga berbagai kalangan lintas budaya dan gaya hidup,” tutur Reni.

Menurutnya, konsep modest fashion terus berkembang menjadi lebih inklusif tanpa memandang agama, etnis, maupun preferensi individu. Indonesia juga dinilai memiliki potensi untuk menjadi pusat modest fashion dunia, didukung kreativitas desainer lokal serta kekayaan bahan tekstil.

Potensi tersebut turut diperkuat oleh capaian Indonesia dalam laporan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025 yang menempatkan Indonesia pada peringkat pertama dalam ekosistem lokal yang mendukung perkembangan industri modest fashion.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penguatan daya saing industri melalui kebijakan pengembangan industri, termasuk penerapan sertifikasi halal nasional.

Reni mengatakan pemberlakuan sertifikasi halal untuk produk barang gunaan, termasuk fesyen dan modest fashion, mulai Oktober 2026 dapat menjadi momentum bagi peningkatan daya saing produk nasional.

“Kebijakan ini tidak hanya memberikan jaminan kualitas, keamanan, serta kepercayaan konsumen, tetapi juga menciptakan nilai tambah (added value) bagi produk modest fashion Indonesia di pasar global,” ungkapnya.

Kementerian Perindustrian juga mendorong kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri, asosiasi, desainer, hingga pelaku perdagangan digital, untuk memperkuat ekosistem industri fesyen muslim di dalam negeri.

Reni menyampaikan dukungan terhadap berbagai kegiatan pengembangan modest fashion, termasuk penyelenggaraan Ramadan Runway yang digelar oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).

“Saya optimis keterlibatan dan keikutsertaan berbagai pihak akan memperkuat ekosistem modest fashion nasional,” imbuhnya.

Direktur IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan Kementerian Perindustrian, Budi Setiawan, menambahkan bahwa momentum Ramadan juga menjadi bagian dari pergerakan industri fesyen nasional.

“Diharapkan acara ini mampu menjadi ruang ekspresi kreatif bagi para desainer, pelaku industri kreatif, serta pecinta modest fashion untuk menampilkan karya terbaik sekaligus menginspirasi gaya berbusana yang santun, berkarakter, dan tetap mengikuti perkembangan tren modern,” tutup Budi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.