KABARBURSA.COM - Harga emas mengalami penurunan pada Senin, 27 April 2026 karena tidak ada kemajuan diplomatik damai antara Amerika Serikat (AS) - lran.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,6 persen menjadi USD4.682,13 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup 1 persen lebih rendah pada USD4.693,70.
Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities memandang pasar terus meragukan bahwa kesepakatan kuat yang akan membuka Selat Hormuz akan segera terjadi.
"Dan itu sedikit menjadi masalah bagi emas dan perak," kata dia.
Sumber mediasi Pakistan menyampaikan upaya untuk menjembatani antara Washington dan Teheran tidak berhenti, setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan utusannya dan mengatakan Iran harus menghubungi jika menginginkan kesepakatan.
"Dengan inflasi dua kali lipat dari target, akan sangat sulit bagi bank sentral AS untuk memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, dan itu berdampak negatif bagi emas," tambah Melek.
Kenaikan harga energi menambah kekhawatiran akan inflasi. Meskipun emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang tinggi mengurangi daya tarik aset tidak memberikan imbal hasil tersebut.
Pad hari yang sama, harga minyak mentah Brent ditutup di level USD108,23 per barel, naik USD2,90 atau sebanyak 2,8 persen. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik sebanyak USD1,97, atau 2,1 persen menjadi USD96,37.
Para pejabat Federal Reserve AS atau The Fed dikabarkan akan berkumpul di Washington minggu ini untuk pertemuan. Kemungkinan, ini akan menjadi pertemuan terakhir Jerome Powell sebagai ketua The Fed.
Para investor juga mengamati serangkaian pertemuan bank sentral utama minggu ini untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga dan dampak perang terhadap ekonomi global.
Di sisi lain, harga perak spot turun 0,5 persen menjadi USD75,26 per ons, platinum ke level USD1.989,13 atau turun 1,1 persen, dan paladium menyusut 1,3 persen ke harta USD1.476,58. (*)