KABARBURSA.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menutup identitas kandidat dari empat paket calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030. Regulator memastikan hanya tujuh nama direksi terpilih yang nantinya diumumkan ke publik setelah proses seleksi rampung.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan OJK sengaja belum membuka identitas kandidat demi menjaga objektivitas proses seleksi yang masih berlangsung.
“Yang terpilih aja nanti kita akan umumkan. Artinya untuk menjaga objektifitas prosesnya. Dan tidak semakin terpengaruh aspek lain termasuk pemerintah gitu ya,” ujar Hasan di Gedung BEI, Jakarta dikutip Kamis, 14 Mei 2026.
Menurut Hasan, langkah tersebut juga dilakukan agar proses seleksi tidak memengaruhi aspek lain di luar mekanisme penilaian regulator. “Tapi nanti pasti kami akan umumkan pada saat 7 nama tersebut dinyatakan terpilih dan diputuskan oleh OJK,” katanya.
Ia memastikan pengumuman tujuh nama direksi terpilih akan dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BEI yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026.
“Itu paling lambat 7 hari sebelum pelaksanaan RUPS. RUPS ini tanggal 29. Jadi paling lambat 22 Juni sudah akan diinformasikan kepada publik melalui media juga,” tutur Hasan.
Sebelumnya, OJK telah menerima empat paket calon direksi BEI setelah masa pendaftaran resmi ditutup pada 4 Mei 2026. Dengan komposisi tujuh direksi di setiap paket, total terdapat 28 nama kandidat yang saat ini menjalani proses pemeriksaan administrasi dan penilaian kemampuan serta kepatutan atau fit and proper test.
OJK menyebut proses seleksi dilakukan untuk memastikan jajaran direksi baru BEI memiliki integritas, kompetensi, dan kapasitas memimpin pengembangan pasar modal Indonesia di tengah agenda reformasi, penguatan likuiditas, dan pendalaman pasar keuangan domestik.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.