KABARBURSA.COM – Pasar Asia kembali menggeliat. Pada pembukaan perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, pasar regional terlihat berupaya keluar dari fase pelemahan. Sentimen politik Amerika Serikat menjadi salah satu penopang utama pembukaan perdagangan hari ini.
Kesepakatan sementara antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Partai Demokrat di Senat untuk menghindari penutupan pemerintahan federal, menjadi katalis positif yang meredakan kekhawatiran pelaku pasar.
Dukungan Trump terhadap kesepakatan pendanaan hingga sisa tahun fiskal memberi sinyal stabilitas kebijakan jangka pendek. Meski Departemen Keamanan Dalam Negeri dikeluarkan dari paket utama dan hanya dibiayai melalui skema sementara, keputusan meloloskan lima rancangan undang-undang lain cukup untuk menurunkan risiko ketidakpastian fiskal yang sebelumnya membebani sentimen global.
Respons pasar Asia terhadap perkembangan tersebut terlihat sejak awal sesi. Indeks ASX 200 Australia dibuka menguat 0,44 persen dan tetap bertahan di zona hijau hingga pagi hari, dengan kenaikan 0,22 persen ke level 8.947 pada pukul 08.15 WIB.
Di Korea Selatan, dinamika pasar tampak lebih beragam. Indeks Kospi dibuka naik 0,34 persen dan kemudian melaju lebih agresif hingga menguat 1,20 persen ke level 5.284,08. Sebaliknya, indeks Kosdaq justru melemah 0,25 persen.
Jepang juga mencatatkan pembukaan yang cenderung positif. Indeks Nikkei 225 yang sempat dibuka mendatar, berbalik menguat 0,26 persen ke level 53.524,20, sementara Topix naik 0,22 persen.
Berbeda dengan bursa Asia Timur lainnya, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong justru bergerak di bawah penutupan terakhir. Futures Hang Seng berada di level 27.829, lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya di 27.968,09.
IHSG dan Drama MSCI
Dari sisi domestik, Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan kembali bergerak fluktuatif dengan peluang penguatan terbatas. Pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026, IHSG berhasil memperkecil penurunan dan ditutup melemah 1,06 persen ke level 8.232,20, sebuah sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda dibanding sesi sebelumnya.
Sentimen eksternal yang lebih stabil ikut tercermin pada pergerakan iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) di New York Stock Exchange, yang melonjak 1,74 persen ke level USD17,58. Kenaikan EIDO ini sering dibaca sebagai indikasi awal minat beli asing terhadap aset Indonesia.
Sejumlah pelaku pasar memperkirakan perdagangan IHSG hari ini masih akan berlangsung dengan volatilitas tinggi. Meredanya panic selling membuka ruang bagi rebound teknikal, terutama jika diikuti arus beli asing yang kembali masuk.
Namun, di saat yang sama, potensi aksi ambil untung tetap membayangi, khususnya pada saham-saham yang telah mengalami pembelian agresif saat harga jatuh dalam dua hari terakhir.
Secara teknikal, posisi IHSG saat ini masih berada di zona rendah, mencerminkan fase konsolidasi setelah tekanan tajam. Dengan tekanan jual yang mulai berkurang, indeks berpotensi menguat secara terbatas dalam rentang 8.250 hingga 8.350.
Pergerakan awal bursa Asia yang cenderung menguat memberikan dukungan sentimen, namun arah perdagangan sepanjang hari tetap akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara masuknya dana baru dan realisasi profit taking menjelang akhir pekan.(*)