Logo
>

Perang Diskon Lebaran Dimulai, Sukabumi dan Jakarta Berebut Wisatawan

Dua strategi diuji saat Lebaran 2026, Sukabumi pangkas tiket wisata hingga 50 persen sementara Jakarta hadirkan rangkaian promo transportasi, hotel, dan destinasi untuk menarik pergerakan wisatawan.

Ditulis oleh Yunila Wati
Perang Diskon Lebaran Dimulai, Sukabumi dan Jakarta Berebut Wisatawan
Tidak hanya tempat wisata, Pemprov Jakarta juga memberikan akses angkutan gratis, termasuk TransJakarta. (Foto: Wikimedia Commons)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Libur Lebaran 2026 menjadi panggung awal bagi pemerintah daerah untuk menguji strategi promosi wisata berbasis insentif harga. Kabupaten Sukabumi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sama-sama meluncurkan program diskon dan kemudahan akses, namun dengan pendekatan yang berbeda dalam menarik arus pergerakan wisatawan selama periode Idulfitri 1447 Hijriah.

Kabupaten Sukabumi memilih pendekatan langsung melalui pemangkasan tarif masuk destinasi wisata milik daerah hingga 50 persen. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 500.13.3/Kep.264-DISPAR/2026 yang berlaku pada 18 hingga 27 Maret 2026, bertepatan dengan momentum puncak libur Lebaran.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar, menyampaikan bahwa kebijakan ini dirancang untuk mendorong kunjungan sekaligus menjaga kualitas pengalaman wisata. Ia menyebut kesiapan destinasi telah diperkuat dari sisi keamanan, kebersihan, hingga pengendalian tarif di lapangan.

“Pelayanan kami balut dengan konsep Soméah atau hospitality, di mana kami menekankan sikap ramah kepada tamu, pengelolaan sampah yang tertib, hingga pengawasan tarif parkir dan harga jajanan agar tetap wajar,” ujar Ali.

Secara nominal, diskon ini menurunkan harga tiket masuk destinasi utama Sukabumi ke level yang sangat rendah. Tarif dewasa untuk sejumlah lokasi seperti Pantai Minajaya, Curug Cikaso, Curug Sodong, hingga Geyser Cipanas Cisolok berada di kisaran Rp6.000, sementara tiket anak-anak sekitar Rp3.500. 

Dengan struktur harga ini, biaya masuk wisata menjadi relatif tidak signifikan dibandingkan komponen pengeluaran lain seperti transportasi dan konsumsi.

Karakter destinasi yang ditawarkan Sukabumi juga menunjukkan diferensiasi berbasis alam. Pantai Minajaya menghadirkan bentang garis pantai panjang dengan karakter ombak Samudra Hindia, sementara Curug Cikaso dan Curug Sodong menawarkan lanskap air terjun dengan elemen geologi yang kuat, termasuk keterkaitan dengan kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh. 

Di sisi lain, Geyser Cipanas Cisolok menjadi daya tarik berbasis fenomena alam yang jarang ditemukan, sementara Pondok Halimun dan Cinumpang menyasar segmen wisata keluarga berbasis hutan dan pegunungan.

Namun, dari sisi akses, sebagian besar destinasi utama Sukabumi berada pada radius 3 hingga 4 jam perjalanan dari pusat kota, terutama untuk wilayah selatan seperti Surade dan Ciemas. Kondisi ini membuat faktor jarak dan waktu tempuh tetap menjadi variabel penting dalam keputusan kunjungan, meskipun harga tiket telah ditekan.

Di luar skema diskon daerah, terdapat pula destinasi seperti Situ Gunung Suspension Bridge yang tetap mempertahankan harga paket di kisaran Rp50.000 hingga Rp150.000. Struktur harga ini mencerminkan model pengelolaan berbeda, dengan bundling akses ke beberapa titik wisata seperti Curug Sawer dan Danau Situ Gunung.

Kebijakan Pemprov Jakarta

Sementara itu, DKI Jakarta mengambil pendekatan yang lebih luas melalui program “Mudik ke Jakarta” yang berlangsung lebih panjang, dari 27 Februari hingga 31 Maret 2026. Program ini tidak hanya menyasar sektor wisata, tetapi juga transportasi, akomodasi, hingga konsumsi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan akses gratis transportasi umum seperti Transjakarta, MRT, dan LRT selama dua hari tertentu. Selain itu, akses gratis ke destinasi wisata seperti Ancol, Monas, dan Ragunan diberikan khusus bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar.

Di sektor akomodasi, sebanyak 26 hotel terlibat dalam program promosi dengan skema tarif “bayar dua malam, gratis satu malam”. Pada saat yang sama, insentif juga diberikan melalui voucher belanja di delapan gerai ITC Group serta diskon di berbagai fasilitas rekreasi, termasuk museum, bioskop, hingga spa.

Program ini diperluas dengan kolaborasi bersama maskapai Citilink dan PT Kereta Api Indonesia melalui penawaran harga khusus untuk rute menuju Jakarta. Selain itu, tersedia pula paket tur privat yang dirancang untuk meningkatkan aktivitas wisata dalam kota.

Jika dibandingkan, Sukabumi dan Jakarta menunjukkan dua pola strategi yang berbeda dalam merespons momentum Lebaran. Sukabumi menekan harga inti pada tiket masuk destinasi sebagai daya tarik utama, sementara Jakarta menyebarkan insentif ke berbagai titik pengeluaran wisatawan, mulai dari transportasi hingga akomodasi.

Dari sisi waktu pelaksanaan, Sukabumi fokus pada periode puncak selama sekitar 10 hari, sedangkan Jakarta memperpanjang periode promosi hingga lebih dari satu bulan. Perbedaan ini mencerminkan target pasar yang juga berbeda, di mana Sukabumi cenderung menyasar wisatawan regional dengan orientasi perjalanan langsung ke destinasi, sementara Jakarta membidik pergerakan wisatawan urban dengan pola aktivitas yang lebih beragam.

Dengan struktur kebijakan tersebut, libur Lebaran 2026 menjadi periode uji bagi efektivitas insentif harga dalam mendorong mobilitas wisata domestik. Pergerakan jumlah kunjungan, durasi tinggal, serta distribusi belanja wisatawan akan menjadi indikator utama dalam melihat sejauh mana strategi “perang diskon” ini berdampak terhadap aktivitas pariwisata daerah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79