Logo
>

Prabowo Pamer Tiga Program Prioritas, Klaim Tumbuhkan Ekonomi

Prabowo mengklaim bahwa sejumlah capaian mulai tampak secara nyata di daerah dari tiga program prioritasnya setelah lebih dari satu tahun pemerintahan berjalan.

Ditulis oleh KabarBursa.com
Prabowo Pamer Tiga Program Prioritas, Klaim Tumbuhkan Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto memamerkan tiga capaian program prioritasnya dalam forum Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026, yang diklaim memberikan optimisme terhadap ekonomi nasional. (Foto: Kabarbursa.com/Nadek)

KABARBURSA.COM – Presiden Prabowo Subianto memamerkan tiga capaian program prioritasnya dalam forum Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026, yang diklaim memberikan optimisme terhadap ekonomi nasional.

“Pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang nyata dan berpihak pada rakyat melalui penguatan program prioritas serta pengelolaan sumber daya nasional secara mandiri,” ujar Prabowo dalam acara tersebut, Jumat, 13 Februari 2026.

Prabowo mengklaim bahwa sejumlah capaian mulai tampak secara nyata di daerah dari tiga program prioritasnya setelah lebih dari satu tahun pemerintahan berjalan. Ia menerima laporan dari sejumlah kepala daerah tentang peningkatan konsumsi rumah tangga seiring implementasi kebijakan tersebut.

Pertama, Ketua Umum Partai Gerindra itu memaparkan hasil program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjangkau 60,2 juta penerima manfaat, yang terdiri atas anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

“Kalau dihitung, kita memberi makan penduduk sebesar Afrika Selatan setiap hari. Ini prestasi manajemen dan logistik yang membanggakan,” ujar Prabowo.

Secara kumulatif, pemerintah telah memproduksi dan mendistribusikan sekitar 4,5 miliar porsi makanan. Presiden menyebut tingkat gangguan yang terjadi sangat kecil dibanding total distribusi, seraya menekankan target zero error dalam pelaksanaan ke depan.

Lebih lanjut, program MBG kini didukung lebih dari 23 ribu dapur SPPG dan ditargetkan mencapai lebih dari 30 ribu dapur pada puncaknya, dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 1,5 juta orang.

Menurut Prabowo, dampak program tersebut tidak hanya pada peningkatan konsumsi, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa melalui keterlibatan petani, peternak, serta pelaku usaha kecil sebagai pemasok bahan pangan. “Ekonomi akan bangkit dari lapisan paling bawah,” tegasnya.

Selain MBG, pemerintah juga memulai pembangunan desa nelayan. Pada 2026 ditargetkan 1.000 desa nelayan dibangun dengan fasilitas seperti pabrik es, cold storage, dermaga, hingga dukungan kapal dan akses pasar. 

Dalam empat tahun ke depan, jumlahnya ditargetkan mencapai 5.000 desa. Presiden menekankan skema pembiayaan berbasis koperasi, bukan bantuan langsung tanpa pengembalian.

“Kita bukan ekonomi hand out. Ini kita organisir dalam koperasi, mereka bayar kembali secara ringan dan jangka panjang,” ujarnya.

Program Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi bagian dari strategi pemerataan ekonomi. Ditargetkan terbentuk 30 ribu koperasi desa yang dilengkapi gudang, fasilitas penyimpanan dingin, klinik desa, apotek obat generik, serta layanan pembiayaan mikro untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir.

Presiden menegaskan, seluruh pembiayaan program tersebut telah dialokasikan dalam anggaran negara, termasuk optimalisasi dana desa yang selama ini telah disalurkan. Ia menekankan perlunya tata kelola yang lebih baik agar anggaran benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam pidatonya, Presiden juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk realistis namun optimistis dalam mengejar cita-cita menjadi negara maju. 

Ia menekankan pentingnya keberanian mengakui kelemahan sekaligus memperbaikinya melalui reformasi struktural, penguatan investasi, serta pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Kita ingin berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita akan buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita nyata dan bisa melampaui target yang ditetapkan,” pungkas Prabowo.

Forum IEO 2026 menjadi momentum konsolidasi pemerintah bersama pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan ekonomi untuk memperkuat fondasi pertumbuhan menuju Indonesia maju dan berdaya saing global. (*)

 

Reporter: Nadek

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

KabarBursa.com

Redaksi