Logo
>

PT Garam Gelontorkan Investasi Rp3 Triliun Bangun Industri Garam Modern

Danantara Indonesia mulai tiga proyek hilirisasi garam berteknologi MVR dengan total kapasitas tambahan 380 ribu ton per tahun.

Ditulis oleh KabarBursa.com
PT Garam Gelontorkan Investasi Rp3 Triliun Bangun Industri Garam Modern
PT Garam menginvestasikan Rp3 triliun membangun tiga pabrik garam modern berteknologi MVR untuk memperkuat hilirisasi dan kemandirian garam nasional. Foto: Tangkapan layar YouTube Danantara Indonesia

KABARBURSA.COM — Langkah besar di sektor hilirisasi kembali dimulai. Danantara Indonesia melalui PT Garam (Persero) resmi memulai pembangunan tiga proyek strategis industri garam nasional. Proses peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut digelar dalam seremoni pada Jumat, 6 Februari 2026.

Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, menegaskan rangkaian proyek ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat kemandirian garam dalam negeri. Menurutnya, proyek-proyek yang dibangun tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga mengubah wajah industri garam Indonesia ke arah yang lebih modern.

“Satu kehormatan bagi PT Garam menjadi bagian strategis transformasi industri garam nasional,” ujar Abraham.

Ia menjelaskan, PT Garam kini mulai beralih dari sekadar perusahaan berbasis komoditas menjadi industri garam modern yang ditopang teknologi mutakhir. Transformasi ini diarahkan agar industri garam nasional mampu bersaing di pasar global serta terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Proyek pertama yang mulai dibangun adalah pabrik bahan baku industri berteknologi Mechanical Vapor Recompression atau MVR di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Teknologi ini diklaim lebih efisien dan ramah lingkungan dalam proses produksi garam industri.

Pabrik di Sampang tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 200 ribu ton per tahun. Nilai investasinya mencapai Rp2 triliun. Proyek ini juga diproyeksikan mampu menyerap sekitar 200 tenaga kerja lokal, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.

“Pelaksanaan proyek dilakukan melalui skema join operation bersama mitra strategis,” kata Abraham.

Ia menyebut mitra yang terlibat dalam proyek tersebut antara lain PT Putra Arga Binangun dan China Engineering Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat alih teknologi serta meningkatkan kualitas produksi garam nasional.

Proyek kedua juga berupa pembangunan pabrik bahan baku industri MVR yang berlokasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pabrik ini dirancang memiliki kapasitas produksi 100 ribu ton per tahun dengan nilai investasi sebesar Rp1 triliun atau setara sekitar USD59,35 juta.

Sama seperti proyek di Sampang, pembangunan pabrik di Gresik diperkirakan membuka lapangan kerja baru. Sekitar 150 tenaga kerja akan terserap selama proyek ini berjalan.

Sementara itu, proyek ketiga adalah pembangunan pabrik garam olahan bermerek Segoro Madu yang juga berada di Gresik. Pabrik ini difokuskan untuk memproduksi garam konsumsi dan produk turunan lainnya.

Kapasitas produksi pabrik Segoro Madu ditargetkan mencapai 80 ribu ton per tahun. Nilai investasi proyek ini tercatat sebesar Rp112 miliar atau sekitar USD6,65 juta. Kehadiran pabrik tersebut diperkirakan menyerap sekitar 200 tenaga kerja. “Proyek ini didanai sepenuhnya oleh PT Garam sebagai komitmen hilirisasi bernilai tambah,” ujar Abraham.

Dengan beroperasinya tiga proyek tersebut, kapasitas produksi PT Garam secara keseluruhan akan bertambah signifikan. Total tambahan kapasitas diperkirakan mencapai 380 ribu ton per tahun, sebuah lonjakan besar bagi industri garam nasional.

Abraham menambahkan, langkah ekspansi PT Garam tidak berhenti sampai di sini. Sepanjang tahun 2026, perusahaan berencana memulai tujuh proyek baru lainnya yang akan digroundbreaking secara bertahap.

Salah satu proyek yang sudah masuk rencana berada di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Proyek ini digagas bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai bagian dari upaya memperluas sentra produksi garam nasional ke wilayah timur Indonesia.

Menurut Abraham, seluruh rangkaian proyek tersebut bukan sekadar pembangunan fasilitas fisik. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bagian dari perubahan menyeluruh dalam tata kelola industri garam. “Proyek ini mencerminkan transformasi industri, bukan sekadar pembangunan fisik,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Danantara Indonesia yang dinilai memberikan dukungan nyata dalam program hilirisasi. Peran Danantara dianggap penting untuk memastikan proyek-proyek strategis ini dapat berjalan sesuai rencana.

"Kami mengapresiasi Danantara Indonesia atas dukungan nyata hilirisasi nasional,” kata Abraham.

Dengan sinergi tersebut, ia berharap industri garam Indonesia semakin kuat dan tidak lagi bergantung pada impor. Proyek-proyek yang tengah berjalan diyakini mampu meningkatkan ketahanan industri sekaligus mewujudkan kemandirian garam nasional di masa depan. (ADI SUBCHAN)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

KabarBursa.com

Redaksi