Logo
>

Purbaya Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Belum Mengancam APBN

Purbaya menyebut Indonesia pernah berada dalam situasi ketika harga minyak dunia mencapai sekitar USD150 per barel

Ditulis oleh Nur Nadiyah
Purbaya Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Belum Mengancam APBN
Ilustrasi: Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: AI untuk KabarBursa)

KABARBURSA.COM —  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah masih dapat diantisipasi oleh pemerintah melalui pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Indonesia memiliki pengalaman menghadapi lonjakan harga minyak yang jauh lebih tinggi dari kondisi saat ini, " ujar dia kepada media di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Menurutnya, Indonesia pernah berada dalam situasi ketika harga minyak dunia mencapai sekitar USD150 per barel. Pada saat itu memang terjadi tekanan terhadap perekonomian, namun kondisi ekonomi nasional tetap mampu bertahan.

Ia menyebutkan bahwa harga minyak di kisaran USD90 per barel memang belum sepenuhnya ideal bagi kondisi fiskal, tetapi masih berada dalam tingkat yang dapat diantisipasi oleh pemerintah.

Pemerintah, lanjutnya, juga telah menyiapkan berbagai opsi kebijakan apabila tekanan terhadap anggaran subsidi energi meningkat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan penyesuaian atau penjadwalan ulang terhadap sejumlah belanja negara yang dinilai tidak terlalu mendesak.

Namun demikian, Purbaya menegaskan bahwa program-program yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat tetap menjadi prioritas pemerintah.

Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya masih penting untuk dipertahankan. Ia menilai program tersebut memiliki manfaat langsung bagi masyarakat sehingga tidak menjadi prioritas untuk dilakukan pemotongan anggaran.

“Program MBG menurut saya masih program yang bagus, terutama karena berkaitan langsung dengan kebutuhan makanan masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah, kata Purbaya, akan tetap menjaga fleksibilitas pengelolaan anggaran negara agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah dinamika harga energi gglobal

Seperti yang diberitakan Kabarbursa.com sebelumnya, harga minyak mentah acuan Brent melonjak hingga USD92,69 per barel atau sekitar Rp1,56 juta pada penutupan perdagangan Jumat. Itu merupakan level tertinggi sejak Oktober 2023.

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan tersebut adalah terganggunya arus minyak melalui Selat Hormuz. Jalur sempit yang berada di antara Iran dan negara-negara Teluk itu menjadi lintasan penting bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Penutupan efektif jalur tersebut memaksa beberapa negara produsen, termasuk Irak, memangkas produksi. Selat Hormuz biasanya menjadi rute utama pengiriman minyak mentah jenis medium dan heavy sour dari kawasan Teluk Persia. Dengan aliran tersebut terhenti, pasokan di pasar internasional pun langsung menyusut.

Keputusan Kuwait yang juga memangkas produksi pada Jumat semakin memperketat pasokan dan ikut mendorong kenaikan harga minyak Mars, kata seorang pedagang energi. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang