Logo
>

Reli Dow Jones Bikin Wall Street Semringah: AI Penyelamat

Lonjakan Dow Jones menandai pembalikan sentimen setelah tekanan Big Tech, saat investor kembali menimbang prospek AI, risiko belanja agresif, serta arah pasar tenaga kerja Amerika Serikat.

Ditulis oleh Yunila Wati
Reli Dow Jones Bikin Wall Street Semringah: AI Penyelamat
Nvidia dongkrak Dow Jones dan giring Wall Street menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan ini. Foto: AI untuk KabarBursa.

KABARBURSA.COM - Wall Street menutup perdagangan Jumat waktu setempat, atau Sabtu dinihari WIB, 7 Februari 2026, dengan nada pemulihan yang kuat. Rebound ini bukan sekadar pantulan teknikal, tetapi mencerminkan proses penilaian ulang pelaku pasar terhadap dua isu besar yang sempat membebani, yaitu disrupsi kecerdasan buatan dan risiko belanja modal raksasa Big Tech yang semakin agresif.

Indeks Dow Jones Industrial Average menjadi motor utama reli. Dow melonjak sekitar 2,5 persen atau lebih dari 1.200 poin dan untuk pertama kalinya menembus level psikologis 50.000. Pencapaian ini memberi sinyal bahwa investor kembali mencari perlindungan relatif pada saham-saham berkapitalisasi besar yang lebih defensif di tengah ketidakpastian teknologi. 

Sementara itu, S&P 500 naik 2 persen, mencatatkan sesi terbaik sejak Mei tahun lalu. Nasdaq Composite menguat sekitar 2,1 persen. 

Ketiga indeks utama ini berhasil bangkit dari tekanan jual tajam pada sehari sebelumnya, meski secara mingguan gambarnya tidak sepenuhnya seragam. Dow menutup pekan dengan kenaikan sekitar 2,5 persen, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masih mencatatkan kinerja mingguan negatif.

Nvidia, Broadcom dan Tesla Menguat

Dari sisi sektoral, saham teknologi kembali menjadi pusat perhatian. Nvidia melonjak lebih dari 8 persen. Sepertinya, prospek AI mulai pulih setelah kekhawatiran kemunculan model-model AI baru dapat menggerus dominasi pemain lama. 

Broadcom dan Tesla juga mencatatkan kenaikan signifikan, memperkuat kesan bahwa investor mulai memilah risiko, bukan lagi melakukan aksi jual menyeluruh di sektor teknologi. 

Namun, nuansa kehati-hatian belum sepenuhnya hilang. Saham Amazon justru anjlok sekitar 7 persen setelah laporan kinerjanya menunjukkan rencana lonjakan belanja pada 2026 hingga setidaknya 200 miliar dolar AS. 

Atas laporan ini, pasar masih bereaksi negatif, yang artinya kabar tersebut masih sensitif.

Bitcoin Bangkit ke Atas Level 70.000

Sentimen risk-on tidak hanya terbatas pada pasar saham. Bitcoin perlahan bangkit kembali ke atas level 70.000 dolar AS setelah sempat menyentuh titik terendah 16 bulan. Meski demikian, secara tahun berjalan, aset kripto terbesar ini masih terkoreksi hampir 20 persen. 

Saham Strategy, yang kinerjanya sangat terikat dengan pergerakan bitcoin, sempat tertekan akibat laporan rugi kuartalan, namun kemudian lebih dari 13 persen seiring pulihnya harga bitcoin dan pernyataan CEO yang meremehkan risiko pembiayaan utang.

Di luar teknologi dan kripto, tekanan berat terlihat pada sektor otomotif Eropa. Stellantis mengumumkan akan membukukan beban lebih dari 22 miliar euro sebagai bagian dari rencana penyesuaian strategi kendaraan listrik. 

Langkah ini langsung direspons pasar. Saham perusahaan induk Jeep tersebut anjlok lebih dari 20 persen, baik di Wall Street maupun di Milan. Reaksi ekstrem ini menunjukkan meningkatnya skeptisisme investor terhadap profitabilitas jangka menengah proyek EV di tengah perlambatan permintaan dan persaingan yang kian ketat.

Laporan Ketenagakerjaan AS

Ke depan, perhatian pasar mulai bergeser ke data makro, khususnya kondisi pasar tenaga kerja AS. Laporan ketenagakerjaan Januari yang semula dijadwalkan rilis Jumat diundur ke Rabu pekan depan. Keterlambatan ini menciptakan ruang spekulasi tambahan. 

Dalam beberapa hari terakhir, sinyal pelemahan mulai muncul, dengan jumlah lowongan kerja turun ke level terendah sejak 2020 dan pengumuman PHK meningkat. Kombinasi rebound pasar saham, kehati-hatian terhadap belanja korporasi, dan tanda-tanda retakan di pasar tenaga kerja membentuk lanskap sentimen yang kompleks. 

Wall Street memang menutup pekan dengan pemulihan yang impresif, tetapi fondasi reli ini masih rapuh dan sangat bergantung pada apakah data ekonomi mendatang mampu menenangkan kekhawatiran akan perlambatan yang lebih dalam.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79