Logo
>

Reli Sektor AI Bawa Nasdaq Naik 1,31 Persen: Wall Street Menguat

Reli saham teknologi kembali memimpin Wall Street jelang akhir tahun, di tengah rotasi sektor, lonjakan volume, dan ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed.

Ditulis oleh Yunila Wati
Reli Sektor AI Bawa Nasdaq Naik 1,31 Persen: Wall Street Menguat
Ilustrasi suasana Wall Street. Foto: AI untuk KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Bursa saham Amerika Serikat menutup pekan dengan kenaikan yang beragam. S&P 500 naik 0,88 persen, Dow Jones menguat 0,38 persen, dan Nasdaq melesat 1,31 persen. Penguatan kali ini didukung sektor teknologi dan AI yang kembali mendapat respon positif dari pasar.

Yang paling menonjol adalah reli Micron Technology. Harga sahamnya terbang hingga 7 persen dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH). Lagi-lagi, proyeksi kinerja yang kuat menjadi validasi bahwa belanja modal dan permintaan AI belum melambat.

Penguatan Micron merembet pula ke Nvidia yang naik 3,9 persen. Begitu pula dengan Oracle, terbang hingga 6,6 persen. Kenaikan Oracle kali ini tidak hanya didorong faktor geopolitik, tetapi juga korporasi, terutama setelah ByteDance menyepakati penyerahan kendali operasi TikTok AS ke konsorsium investor yang melibatkan Oracle.

Berbicara tentang Dow yang menguat secara moderat, bahkan jika dilihat mingguan justru turun 0,67 persen, menandakan tekanan yang masih kuat di saham-saham siklikal dan konsumen. 

Sebagai contoh melemahnya Nike sebesar 10,5 persen. Lalu, Lamb Weston yang jeblok hingga 26 persen dan Conagara yang melemah 2,5 persen. Sektor barang konsumsi kali ini belum ikut dalam reli dan menahan kinerja Dow secara keseluruhan.

Beralih ke S&P 500. Dari 11 sektor, sebanyak tujuh sektor ditutup menguat. Namun, pelemahan yang terjadi pada utilitas (-1,34 persen) dan kebutuhan pokok konsumen (-0,49 persen) menandakan bahwa rotasi defensif belum kembali.

Secara keseluruhan, investor sensitif terhadap suku bunga riil dan pertumbuhan konsumsi. Saat ini, pasar memusatkan dana pada sektor dengan eksposur struktural jangka Panjang, seperti teknologi dan AI. Artinya, reli minggu ini berbasis pada keyakinan temanik, bukan sekadar technical bounce.

Prediksi Pemangkasan Suku Bunga

Sementara itu, sentimen makro juga mendorong pemulihan Wall Street. Selain data inflasi AS pada November yang lebih rendah dari perkiraan, prediksi pemangkasan suku bunga juga berperan. Konsensus pasar masih memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga, masing-masing 25 bp, pada tahun depan. Probabilitasnya memang tidak tinggi, hanya 20 persen.

Dari sisi mikrostruktur, lonjakan volume perdagangan ke 24,60 miliar saham, jauh di atas rata-rata 20 hari sebesar 17,19 miliar, mengindikasikan adanya partisipasi aktif dan proses reposisi besar-besaran.

Rasio saham di NYSE sebesar 1,44 naik banding 1 turun dan di Nasdaq 2.781 saham naik berbanding 1,890 turun. Angka ini menunjukkan breadth positif, meski tidak ekstrem. Ini konsisten dengan fase pembersihan posisi menjelang dan saat fenomena triple witching, ketika kedaluwarsa opsi dan futures memicu penyesuaian portofolio skala besar. 

Pernyataan Brent Kochuba bahwa kedaluwarsa opsi membantu membersihkan posisi, tercermin dari kombinasi volume tinggi dan arah indeks yang tegas.

Secara musiman, pasar juga memasuki jendela historis yang cenderung positif. Rata-rata kenaikan S&P 500 sebesar 1,3 persen pada lima hari terakhir Desember dan dua hari pertama Januari sejak 1950 memberi dukungan psikologis tambahan. 

Namun, konteks tahun ini menunjukkan bahwa potensi “Santa Claus rally” lebih bersifat selektif dan rentan terhadap volatilitas pasca-libur Natal, terutama jika likuiditas menipis dan sentimen bergeser cepat.

Keseluruhan data ini menunjukkan bahwa Wall Street berada dalam fase reli yang sehat namun tidak merata. Teknologi dan AI menjadi tulang punggung kinerja indeks, didukung fundamental pendapatan dan narasi struktural, sementara sektor konsumsi masih tertahan oleh tekanan margin dan permintaan global. 

Dengan volume tinggi, ekspektasi suku bunga yang masih berhati-hati, dan faktor teknis seperti triple witching, pasar menunjukkan kekuatan jangka pendek, tetapi juga menyimpan potensi fluktuasi tajam ketika katalis berikutnya muncul.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79