Logo
>

Rupiah Tergelincir Lagi, Pengamat Beber Penyebabnya

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuabi menyampaikan pelemahan rupiah terjadi di tengah sentimen positif pasar terkait laporan Washington dan Teheran telah mencapai draf kesepakatan

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Rupiah Tergelincir Lagi, Pengamat Beber Penyebabnya
Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 55 poin ke level Rp17.880 pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuabi menyampaikan pelemahan rupiah terjadi di tengah sentimen positif pasar terkait laporan Washington dan Teheran telah mencapai draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.

"Prospek kesepakatan damai telah mengurangi kekhawatiran atas kekurangan pasokan langsung dan mendukung harapan bahwa aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz dapat secara bertahap kembali normal," ujar dia dalam keterangannya.

Dari dalam negeri, sentimen lainnya datang dari arus modal asing dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut Ibrahim, hal ini terjadi karena suku bunga yang tinggi dari The Fed.

"Investor cenderung memindahkan asetnya ke instrumen berisiko rendah di AS (seperti obligasi) yang menawarkan imbal hasil lebih menarik," jelasnya.

Kemudian, kata Ibrahim, prospek anggaran dan pengeluaran negara yang ketat, serta kekhawatiran defisit anggaran menjadi sorotan lembaga pemeringkat kredit global seperti S&P Global, Modyst dan Fith Rating, yang turut membebani kepercayaan pasar

Selain itu, tingginya harga minyak global meningkatkan biaya impor energi Indonesia, yang kemudian memicu lonjakan permintaan valuta asing (dolar AS) untuk pembayaran impor.

"Sehingga berdampak terhadap melemahnya surplus neraca perdagangan serta ekspor yang melambat membuat pasokan dolar AS di pasar domestik menjadi lebih terbatas," terang Ibrahim.

Sedangkan untuk perdagangan Senin pekan depan, Senin, 1 Juni 2026, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp17.880-Rp17.940.

"Sedangkan range untuk sepekan Rp17.800-Rp18.100," pungkas Ibrahim. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.