Logo
>

MAIN Bagi Dividen Jumbo, Nilainya Capai Rp115,9 Miliar

Malindo Feedmill menetapkan pembagian dividen tunai dari laba 2025 sekaligus merombak susunan direksi dan komisaris dalam RUPS terbaru.

Ditulis oleh Syahrianto
MAIN Bagi Dividen Jumbo, Nilainya Capai Rp115,9 Miliar
RUPS Tahunan MAIN menyetujui pembagian dividen tunai Rp52 per saham dari laba tahun buku 2025. (Foto: Dok. Malindo Feedmill)

KABARBURSA.COM – PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp52 per saham dari laba tahun buku 2025. Total nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp115,99 miliar kepada pemegang 2,23 miliar saham perseroan.

Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Hotel Kristal, Jakarta Selatan, pada 25 Mei 2026. Rapat dihadiri pemegang saham yang mewakili 79,15 persen dari seluruh saham dengan hak suara sah.

Dalam hasil keputusan rapat, MAIN menyatakan sebesar Rp115.985.870.000 atau setara Rp52 per saham akan dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham. Perseroan juga menetapkan sisa laba sebesar Rp279,09 miliar dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung kegiatan usaha ke depan.

“Jumlah dividen tunai yang akan dibagikan adalah sebesar Rp115.985.870.000 atau sebesar Rp52 per lembar saham,” tulis manajemen MAIN dalam keterbukaan informasi dikutip, Jumat, 29 Mei 2026.

Berdasarkan jadwal yang diumumkan perseroan, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 5 Juni 2026. Sementara ex dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 8 Juni 2026.

Adapun cum dividen di pasar tunai dijadwalkan pada 9 Juni 2026 dan ex dividen pasar tunai pada 10 Juni 2026. Tanggal daftar pemegang saham (recording date) ditetapkan pada 9 Juni 2026, sedangkan pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 29 Juni 2026.

Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga mengesahkan perubahan susunan direksi dan komisaris perseroan. Dalam keputusan rapat, pengunduran diri Lau Joo Hwa sebagai direktur disetujui dan selanjutnya diangkat menjadi komisaris perseroan efektif sejak penutupan rapat.

Dengan perubahan tersebut, susunan dewan komisaris MAIN kini dipimpin Presiden Komisaris Lau Chia Nguang bersama Tan Lai Kai dan Lau Joo Hwa sebagai komisaris. Posisi komisaris independen ditempati Yongkie Handaya, Koh Bock Swi (Raymond Koh), serta Brian Michael O’Connor.

Sementara jajaran direksi dipimpin Presiden Direktur Tan Sri Lau Tuang Nguang dengan anggota direksi Lau Joo Keat, Lau Joo Kiang, Ir. Rewin Hanrahan, Rudy Hartono Husin, dan Dato’ Seri Abdul Azim Bin Mohamad Zabidi.

Dalam agenda lain, pemegang saham juga menyetujui penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dan penyesuaian alamat perseroan sesuai data pada sistem Administrasi Hukum Umum (AHU).

MAIN merupakan emiten sektor pakan ternak dan peternakan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menjalankan bisnis produksi pakan ternak, ayam pedaging, hingga produk makanan olahan berbasis unggas.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.