Logo
>

Saham Teknologi 'Gendong' Wall Street Jelang Libur

Wall Street menguat dengan kenaikan merata dipimpin saham teknologi, menjelang libur akhir tahun.

Ditulis oleh Syahrianto
Saham Teknologi 'Gendong' Wall Street Jelang Libur
Ilustrasi: Wall Street di Amerika Serikat. (Foto: AI untuk KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Saham-saham Amerika Serikat (AS) menguat pada awal pekan perdagangan yang dipersingkat oleh libur akhir tahun. Penguatan didorong lanjutan rebound saham teknologi dalam reli luas yang mengangkat hampir seluruh dari 11 sektor di indeks S&P 500.

Reli yang dimulai sejak akhir pekan lalu tersebut dipicu proyeksi kinerja yang sangat kuat dari Micron Technology serta laporan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. 

Kondisi ini membuat S&P 500 dan Dow Jones kini berada kurang dari 1 persen dari level penutupan tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 11 Desember.

Saham Nvidia naik 1,2 persen dan menjadi penopang terbesar bagi S&P 500. Reuters melaporkan bahwa perusahaan tersebut telah memberi tahu klien di China bahwa mereka menargetkan mulai mengirimkan chip kecerdasan buatan terkuat kedua ke negara tersebut sebelum libur Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari.

Micron melonjak 3,8 persen. Mayoritas saham produsen chip lainnya juga menguat, dengan indeks Philadelphia SE Semiconductor naik 1,1 persen.

“Saya tidak berpikir pasar akan naik jauh lebih tinggi. Pergerakannya kemungkinan akan terus berfluktuasi,” kata Ken Polcari, partner dan kepala strategi pasar di Slatestone Wealth, Florida, kepada Reuters.

“Hari ini pasar memang menguat, tetapi saya tidak akan terkejut jika terjadi koreksi kecil sebelum reli kembali mendekati level saat ini,” ujarnya.

Sebagaimana dilansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 233,48 poin atau 0,48 persen ke 48.367,72. S&P 500 menguat 41,16 poin atau 0,60 persen ke 6.875,66. Nasdaq Composite bertambah 127,10 poin atau 0,55 persen ke 23.435,00.

Secara historis, Desember merupakan periode yang kuat bagi pasar saham. Sejak 1950, reli Santa Claus tercermin dari kenaikan rata-rata S&P 500 sebesar 1,3 persen selama lima hari perdagangan terakhir tahun berjalan dan dua hari perdagangan pertama Januari, menurut Stock Trader’s Almanac.

Tahun ini, periode tersebut dimulai pada Rabu dan berlangsung hingga 5 Januari.

Optimisme terhadap kecerdasan buatan, tanda-tanda ketahanan ekonomi AS, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter telah mengimbangi kekhawatiran terkait tarif AS. Hal ini mendorong tiga indeks utama AS menuju tahun ketiga berturut-turut mencatat kenaikan. Sepanjang tahun ini, S&P 500 telah naik lebih dari 15 persen.

Sepuluh dari 11 sektor S&P 500 ditutup menguat, dengan sektor material dan energi menjadi yang berkinerja terbaik seiring lonjakan harga komoditas. Sektor teknologi bertambah 0,5 persen.

Perdagangan Sepi Menjelang Libur

Indeks volatilitas CBOE atau indikator ketakutan Wall Street turun ke level terendah sejak akhir Agustus.

Volume perdagangan relatif ringan dan diperkirakan semakin menipis seiring mendekatnya libur Natal. Bursa saham AS akan tutup lebih awal pada pukul 1 siang waktu setempat pada Rabu dan tutup penuh pada Kamis untuk libur Natal.

Meski demikian, sejumlah data ekonomi tetap dijadwalkan rilis pekan ini, termasuk estimasi awal pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga, data kepercayaan konsumen Desember, serta klaim tunjangan pengangguran mingguan. Data-data tersebut memberi gambaran kondisi ekonomi AS sekaligus petunjuk arah kebijakan moneter.

“Angka PDB yang dirilis besok kemungkinan menjadi data ekonomi besar terakhir yang benar-benar diperhatikan pasar,” kata Polcari.

Di saham individual, Tesla naik 2,5 persen ke rekor tertinggi setelah Mahkamah Agung Delaware memulihkan paket kompensasi CEO Elon Musk yang disepakati pada 2018.

Saham Warner Bros Discovery menguat 3,5 persen setelah salah satu pendiri Oracle, Larry Ellison, sepakat memberikan jaminan pribadi senilai USD40,4 miliar untuk pembiayaan ekuitas dalam penawaran Paramount Skydance untuk mengakuisisi perusahaan tersebut. Saham Paramount naik 5 persen.

Clearwater Analytics Holdings melonjak 8,2 persen setelah sekelompok perusahaan ekuitas swasta yang dipimpin Permira dan Warburg Pincus mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi perusahaan perangkat lunak investasi dan akuntansi tersebut senilai sekitar USD8,4 miliar termasuk utang. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.