KABARBURSA.COM – Pergerakan Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat, 7 Januari 2026, terguncang. S&P 500 serta Dow Jones melemah. Pernyataan Presiden AS Donald Trump membuat indeks terpukul dan bergerak variatif.
Di sesi awal perdagangan, S&P 500 sempat mencetak rekor intraday sebelum akhirnya ditutup melemah 0,34 persen di level 6.920,83. Dow Jones Industrial Average terkoreksi lebih dalam, turun 0,94 persen ke 48.996,08.
Di sisi lain, Nasdaq mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,16 persen ke 23.584,28.
Sentimen negatif menghantam sektor perumahan dan properti sewa. Pernyataan Presiden Donald Trump yang melarang investor Wall Street membeli rumah keluarga tunggal, menekan laju pergerakan kedua sektor.
Beberapa saham yang selama ini diuntungkan oleh kepemilikan institusional di sektor hunian, terpukul. Sebut saja American Homes 4 Rent yang anjlok lebih dari 4 persen. Pasar khawatir jika model bisnis berbasis akuisis rumah sewa ini tidak bisa menghadapi tekanan struktura.
Walau begitu, saham Zillow menguat 2 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar mampu membedakan antara pemain platform dengan pemilik aset fisik. Jadi, investor tidak melakukan jual indiskriminatif, namun leboh selektif terhadap kebijakan.
Titah lain Trump ikut mengguncang sektor industri pertahanan. Northrop Grumman dan Lockheed Martin masing-masing turun lebih dari 5 persen dan hampir 5 persen usai Trump tidak mengizinkan dividen maupun buyback saham sebelum persoalan produksi peralatan militer dibenahi.
Pernyataan ini diolah pasar sebagai sinyal risiko kebijakan yang langsung mempengaruhi valuasi, terutama pada sektor yang selama ini dianggap defensif dan stabil dari sisi arus kas.
Dan terakhir, tekanan utama datang dari sektor keuangan dan alternatif investasi. Saham Blackstone dan Apollo Global Management anjlok lebih dari 5 persen. JP Morgan Chase ikut tertekan dengan penurunan 2,3 persen, usai Wolfe Research menurunkan peringkat saham tersebut.
Ini menjadi sinyal bahwa sektor finansial mulai kehilangan daya tarik relatif setelah menjadi pilar reli sebelumnya.
Pasar Merapat ke Sektor Teknologi
Di tengah tekanan tersebut, investor justru kembali merapat ke saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan. Nvidia dan Microsoft naik sekitar 1 persen, sementara Alphabet melonjak lebih dari 2 persen.
Rencana penggalangan dana Anthropic dengan valuasi mencapai USD350 miliar menjadi simbol kuat bahwa minat terhadap AI kelas berat masih sangat besar, bahkan di tengah koreksi pasar yang lebih luas.
Valuasi tersebut menempatkan perusahaan swasta itu di atas banyak raksasa publik, menegaskan bahwa modal global masih rela membayar mahal untuk eksposur teknologi strategis jangka panjang.
Dari sisi makro, data pasar tenaga kerja memberi warna tambahan namun belum cukup kuat untuk mengubah arah ekspektasi suku bunga. Penurunan jumlah lowongan kerja yang lebih besar dari perkiraan pada November, ditambah pertumbuhan payroll swasta versi ADP yang lebih lemah pada Desember, memperkuat sinyal perlambatan bertahap ekonomi AS.
Namun data ini tidak cukup mengejutkan untuk menggeser ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjelang rilis nonfarm payrolls. Pasar cenderung menunggu konfirmasi lebih kuat sebelum melakukan reposisi besar-besaran.
Volume perdagangan yang mencapai 17,4 miliar saham, lebih tinggi dari rata-rata 20 hari terakhir, menunjukkan bahwa koreksi ini terjadi dengan partisipasi luas. Artinya, pergerakan bukan sekadar akibat likuiditas tipis, melainkan hasil dari rebalancing portofolio yang aktif.
Investor tampak mulai lebih sensitif terhadap valuasi, dengan S&P 500 kini diperdagangkan di sekitar 22 kali estimasi laba, masih jauh di atas rata-rata lima tahunnya.
Lapisan sentimen tambahan datang dari geopolitik. Penyitaan kapal tanker berbendera Rusia yang terkait dengan Venezuela, serta pembicaraan terbuka soal kemungkinan akuisisi Greenland, mempertegas gaya kebijakan luar negeri Trump yang agresif dan berpotensi mengganggu stabilitas global.
Namun, seperti terlihat di pasar, faktor geopolitik kali ini lebih berperan sebagai latar belakang ketidakpastian, bukan pemicu utama volatilitas harian.
Secara keseluruhan, perdagangan Wall Street menunjukkan pergeseran fase. Euforia awal tahun mulai diimbangi oleh kehati-hatian, terutama pada sektor-sektor yang rentan terhadap kebijakan dan valuasi tinggi.
Sementara itu, saham teknologi AI kembali menjadi jangkar utama sentimen positif. Pasar tidak sedang panik, tetapi sedang menata ulang prioritas, dengan fokus yang semakin sempit pada sektor-sektor yang dianggap memiliki visibilitas pertumbuhan paling jelas di tengah ketidakpastian kebijakan dan makroekonomi global.(*)