KABARBURSA.COM - Harga minyak mengalami penurunan sekitar 10 persen pada perdangan Senin, 23 Maret 2026. Ini merupakan harga terendah dalam satu minggu terakhir.
Penurunan tajam tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun USD11,64, atau 10,4 persen menjadi USD100,55 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS kehilangan USD9,66, atau 9,8 persen ke level USD88,57.
Trump mengatakan bahwa AS telah mengadakan pembicaraan dengan Iran dan kedua pihak telah mencapai poin-poin kesepakatan utama. Ia mengaku telah memberi perintah untuk menunda serangan terhadap pembangkit listrik Iran selama lima hari.
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengatakan mereka akan menyerang pembangkit listrik Israel dan pembangkit listrik yang memasok pangkalan AS di seluruh wilayah Teluk jika AS menindaklanjuti ancaman Trump untuk menghancurkan jaringan listrik Iran.
Adapun perang tersebut sempat menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz, yang menangani sekitar 20 persen aliran minyak dan gas alam cair global.
Para analis memperkirakan kerugian produksi minyak Timur Tengah sebesar 7 juta hingga 10 juta barel per hari (bpd).
Fatih Birol, direktur eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan krisis di Timur Tengah lebih buruk daripada gabungan dua guncangan minyak tahun 1970-an.
Perlu diketahui, krisis pasokan telah menyebabkan pencabutan sementara sanksi AS terhadap minyak Rusia dan Iran yang sudah berada di laut.
Kepada Reuters, para pedagang mengatakan kilang minyak India berencana untuk melanjutkan pembelian dengan Iran. Sementara kilang minyak di tempat lain di Asia sedang mempertimbangkan langkah tersebut.
Sementara itu seorang eksekutif senior membeberkan, perusahaan penyulingan minyak milik negara China, Sinopec, tidak berniat membeli minyak Iran tetapi sedang berupaya mendapatkan izin untuk memanfaatkan cadangan negara. (*)