Logo
>

1Q26 Laba MRAT Naik 319 Persen di Tengah Kenaikan Beban Operasional

Laba bersih Mustika Ratu (MRAT) melonjak 319,67 persen pada kuartal I 2026 didorong kenaikan penjualan produk kecantikan, herbal, dan wellness serta penguatan distribusi dan digitalisasi bisnis.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
1Q26 Laba MRAT Naik 319 Persen di Tengah Kenaikan Beban Operasional
MRAT berhasil mengumpulkan laba yang naik hingga 319 persen. (Foto: KabarBursa)

KABARBURSA.COM – PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) mengklaim mencatat pertumbuhan kinerja keuangan pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,12 miliar. Angka tersebut meningkat 319,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp266,59 juta.

Sejalan dengan kenaikan laba bersih, laba per saham dasar Perseroan turut naik menjadi Rp1,87 dibandingkan Rp0,64 pada kuartal I 2025.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan laba ditopang kenaikan penjualan bersih sebesar 44,93 persen menjadi Rp123,73 miliar dari sebelumnya Rp85,37 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan penjualan disebut berasal dari penguatan permintaan pasar terhadap portofolio produk Perseroan di segmen kecantikan, kesehatan, dan wellness.

Di sisi lain, beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan menjadi Rp80,80 miliar dibandingkan Rp48,32 miliar pada kuartal I 2025. Meski demikian, MRAT masih mencatatkan laba kotor sebesar Rp42,92 miliar atau meningkat dibandingkan Rp37,05 miliar pada periode sebelumnya.

Kenaikan aktivitas usaha turut diikuti peningkatan beban operasional. Beban penjualan tercatat naik menjadi Rp26,73 miliar dari sebelumnya Rp24,83 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp13,22 miliar dibandingkan Rp11,69 miliar pada kuartal I tahun lalu.

Dari sisi operasional, Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp4,26 miliar, meningkat dibandingkan Rp2,91 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga akhir Maret 2026, total ekuitas MRAT tercatat sebesar Rp632,46 miliar atau naik tipis dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp631,65 miliar. Sementara itu, total liabilitas Perseroan turun menjadi Rp231,02 miliar dari sebelumnya Rp247,13 miliar pada akhir tahun lalu.

Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Jodi Andrea Suryokusumo, mengatakan capaian kuartal I 2026 menjadi indikasi atas strategi transformasi bisnis dan penguatan distribusi yang dijalankan Perseroan.

“Pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026 mencerminkan efektivitas strategi Perseroan dalam memperkuat penetrasi pasar dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujar Jodi dalam keterangan tertulis dikutip Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut dia, Perseroan akan tetap fokus menjaga pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan fundamental bisnis dan pengembangan inovasi produk berbasis wellness Indonesia.

Sepanjang 2026, MRAT mengaku masih optimistis tren pertumbuhan dapat berlanjut melalui penguatan kanal distribusi, optimalisasi digitalisasi bisnis, pengembangan produk inovatif, serta peningkatan kolaborasi strategis di pasar domestik maupun internasional.

Sebagai informasi, PT Mustika Ratu Tbk merupakan emiten yang bergerak di industri kecantikan dan kesehatan berbasis bahan alami Indonesia dengan portofolio produk herbal, kosmetik, dan wellness.

Saat ini saham MRAT berada di kisaran 442 per lembar sahamnya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".