KABARBURSA.COM – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) mengumumkan membagikan dividen jumbo kepada pemegang saham setelah membukukan pertumbuhan laba bersih signifikan sepanjang 2025. Emiten percetakan sekuriti tersebut menetapkan rasio pembayaran dividen sebesar 60 persen dari laba bersih tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp210,6 miliar.
Keputusan pembagian dividen itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Surabaya pada Jumat, 29 Mei 2026. Setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp31 per saham setelah memperhitungkan 57,72 juta saham hasil buyback yang dilakukan Perseroan sepanjang 15 Desember 2025 hingga 6 Maret 2026.
Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, mengatakan pembagian dividen tersebut menjadi bagian dari komitmen Perseroan dalam menjaga nilai tambah bagi investor sekaligus mencerminkan kinerja positif perusahaan sepanjang tahun lalu.
“Pembagian dividen ini sejalan dengan pertumbuhan laba bersih Perseroan sepanjang 2025,” ujar Allan konferensi pers daring Jumat, 29 Mei 2026.
Pembagian dividen tersebut didukung lonjakan kinerja keuangan Perseroan sepanjang 2025. JTPE mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp351,4 miliar atau tumbuh 47,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, pendapatan Perseroan meningkat 31,5 persen secara tahunan menjadi Rp2,8 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis percetakan sekuriti dan solusi identitas yang menjadi salah satu lini utama perusahaan.
Memasuki 2026, JTPE tetap optimistis mampu mencatat pertumbuhan penjualan double digit meski kinerja kuartal pertama tahun ini mengalami tekanan. Perseroan menyebut pelemahan tersebut dipengaruhi pergeseran pengadaan produk sekuriti pemerintah ke kuartal II dan III serta kenaikan biaya material.
Namun, manajemen meyakini permintaan dari tender pemerintah akan mulai meningkat pada semester kedua 2026 dan menjadi katalis pertumbuhan kinerja Perseroan.
Selain itu, JTPE juga melihat peluang pertumbuhan baru dari proyek biometrik dan bisnis kemasan atau packaging. Perseroan menilai pertumbuhan tahun ini akan lebih banyak ditopang oleh kenaikan volume penjualan dibandingkan kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP).
Untuk menjaga profitabilitas, Perseroan menjalankan sejumlah strategi bisnis mulai dari memperkuat margin produk, memperluas portofolio produk dengan marjin tinggi, hingga meningkatkan kapasitas produksi.
Di sisi lain, JTPE juga mulai memperkuat strategi pertumbuhan anorganik melalui kolaborasi dengan mitra strategis. Salah satunya dilakukan melalui pembentukan perusahaan patungan atau joint venture bersama mitra asal Hong Kong dengan mendirikan PT Nusatek Global Solutions.
Perusahaan patungan tersebut fokus mengembangkan produk radio frequency identification (RFID) yang saat ini menjadi salah satu area bisnis yang diperkuat Perseroan.
Melalui ekspansi dan diversifikasi bisnis tersebut, JTPE optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan kinerja hingga akhir 2026 sekaligus memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia solusi percetakan sekuriti terintegrasi di pasar domestik maupun internasional.
Sebagai informasi, PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk berdiri sejak 1990 dan bergerak di bidang solusi percetakan sekuriti mulai dari dokumen identitas, kartu pembayaran, perlindungan merek, hingga percetakan komersial dan teknologi informasi.
Emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2002 tersebut memiliki empat pilar bisnis utama yakni pembayaran, identitas, perlindungan merek, dan percetakan komersial. Produk Perseroan juga telah dipasarkan ke berbagai negara di Asia, Afrika, Australia, Amerika, hingga Eropa.
Pada 2019, perusahaan global Toppan Security Co., Limited resmi menjadi salah satu pemegang saham JTPE dengan kepemilikan sebesar 20 persen. Kemitraan tersebut memperkuat pengembangan riset dan inovasi Perseroan di industri percetakan sekuriti dan teknologi identitas.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.