Logo
>

BRI Kantongi Modal Tebal, Siap Perluas Kredit UMKM

BRI mencatat likuiditas dan permodalan solid pada kuartal I 2026, ditopang efisiensi cost of fund dan kenaikan rasio CASA.

Ditulis oleh Harun Rasyid
BRI Kantongi Modal Tebal, Siap Perluas Kredit UMKM
Likuiditas BRI dilaporkan tetap kuat, CAR tembus 22 persen. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memaparkan kinerja keuangannya di tengah tantangan ekonomi global dan kondisi geopolitik.

Tahun ini hingga akhir kuartal I (Januari - Maret), BRI dapat menjaga pertumbuhan bisnisnya secara sehat. Performa tersebut didukung prinsip prudential banking serta disiplin dalam manajemen risiko.

Menurut Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, BRI mencatatkan rasio likuiditas yang tetap kuat dan diyakini mampu memicu pertumbuhan kredit.

“Hingga akhir Maret 2026, loan to deposit ratio (LDR) BRI tercatat 86,7 persen yang menurut kami masih ideal dalam hal mengelola fungsi intermediary, tidak terlalu ketat namun juga cukup optimal untuk mendorong pertumbuhan kredit ke depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat 29 Mei 2026.

Terkait struktur pendanaan, BRI menunjukkan perbaikan khususnya dalam pengelolaan biaya dana dan komposisi dana murah.

Cost of fund berbasis dana pihak ketiga BRI, dilaporkan dapat ditekan dengan penurunan 65 basis poin. Dari 3,0 persen pada kuartal I 2025 menjadi 2,3 persen pada kuartal I 2026.

Bagi perseroan berkode saham BBRI tersebut, penurunan ini merupakan hasil dari strategi yang efektif dalam mengoptimalkan struktur funding, khususnya melalui peningkatan porsi dana murah.

Hal tersebut dinilai sejalan dengan peningkatan rasio CASA (Current Account Saving Account) yang naik dari 65,8 persen di kuartal I 2025 menjadi 68,1 persen pada kuartal I 2026.

“Yang juga penting, kami menjaga disiplin dalam pengelolaan likuiditas ini secara konsisten. Hal ini tidak hanya untuk memastikan kecukupan dana, tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi biaya dana (cost of fund) serta kualitas struktur pendanaan yang semakin optimal,” jelas Achmad.

Sementara dari sisi permodalan, posisi BRI saat ini dinilai kuat berdasarkan Capital Adequacy Ratio (CAR) perusahaan yang berada di level 22,90 persen. Posisi ini jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Dengan level permodalan tersebut, BRI memiliki kapasitas yang cukup besar untuk mendukung ekspansi bisnis secara cermat, sekaligus memberikan buffer yang memadai dalam menyerap berbagai potensi risiko ke depan.

Selain itu, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian, struktur permodalan BRI saat ini juga dapat memberikan ruang fleksibel untuk terus mendorong pertumbuhan kredit, khususnya untuk segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan pembiayaan produktif.

“Ke depan, kami akan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan likuiditas dan ketahanan permodalan, sehingga BRI dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” pungkas Achmad. (Info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.