KABARBURSA.COM – Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menutup perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, di level 10.300 setelah bergerak terbatas sepanjang sesi. Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih terlihat pada perdagangan intraday, sementara sejumlah indikator teknikal masih menunjukkan kecenderungan sinyal beli.
Data perdagangan menunjukkan AADI ditutup turun 25 poin atau 0,24 persen dibandingkan harga penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi perdagangan, aktivitas transaksi saham ini mencatat volume sebesar 13,37 juta saham dengan nilai rata-rata volume harian berada di kisaran 20,22 juta saham.
Pergerakan harga yang relatif terbatas tersebut terjadi bersamaan dengan posisi harga yang masih berada di atas sejumlah rata-rata pergerakan utama. Data teknikal menunjukkan seluruh indikator moving average utama masih berada dalam posisi sinyal beli.
Pada indikator rata-rata pergerakan jangka pendek, moving average lima hari (MA5) berada di level sekitar 9.120 untuk metode sederhana dan 9.263 untuk metode eksponensial. Rata-rata pergerakan sepuluh hari tercatat di kisaran 8.345 dan 8.729. Sementara itu, moving average dua puluh hari berada di area 8.040 untuk metode sederhana dan 8.169 untuk metode eksponensial.
Untuk periode yang lebih panjang, moving average lima puluh hari (MA50) tercatat di sekitar 7.430 dan 7.797. Pada periode seratus hari dan dua ratus hari, indikator ini juga menunjukkan posisi yang lebih rendah dibandingkan harga saat ini sehingga seluruh indikator rata-rata pergerakan tersebut berada dalam status sinyal beli.
Indikator momentum juga menunjukkan kecenderungan serupa. Relative Strength Index (RSI) berada di level 71,42 yang masih mencerminkan tekanan beli yang relatif kuat. Stochastic oscillator berada di angka 51,00 yang menunjukkan kondisi netral, sementara Stochastic RSI berada di level 100 yang masuk kategori beli berlebih.
Indikator Williams Percent Range tercatat di posisi minus 14,45 yang juga berada pada zona beli berlebih. Commodity Channel Index berada di level 217,76 yang menunjukkan kondisi serupa, sementara indikator Ultimate Oscillator berada di angka 60,88 dengan sinyal beli.
Indikator tren lainnya seperti Moving Average Convergence Divergence (MACD) berada di level 564,06 dengan sinyal beli. Average Directional Index tercatat di angka 25,53 yang menunjukkan adanya kekuatan tren dalam pergerakan harga.
Dari sisi volatilitas, indikator Average True Range berada di kisaran 789,28 yang menunjukkan pergerakan harga yang relatif aktif dalam beberapa sesi terakhir. Sementara indikator Rate of Change berada di level 37,33 yang juga menunjukkan pergerakan harga yang meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Dalam riset teknikal yang dirilis MNC Sekuritas, posisi harga AADI saat ini disebut berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A dari wave (Y) dalam struktur pergerakan teknikal jangka menengah.
Dalam skenario tersebut, rentang harga 9.350 hingga 10.175 disebut sebagai area buy on weakness. Sementara target harga dalam riset tersebut berada pada level 10.950 dan 11.425 dengan batas pengamanan risiko atau stoploss berada di bawah level 9.225.
Data pivot point menunjukkan area acuan harga berada di kisaran 9.166 sebagai titik pivot utama dalam metode klasik. Level resistensi pertama berada di sekitar 9.433 sementara resistensi berikutnya berada di kisaran 9.616 hingga 9.883.
Pada sisi bawah, level support pertama berada di area 8.983 dengan support berikutnya berada di kisaran 8.716 hingga 8.533.
Dalam metode pivot lain, level resistensi Fibonacci berada di area 9.338 dan 9.444 sementara resistensi berikutnya berada di sekitar 9.616. Pada metode Camarilla, area resistensi terdekat berada di kisaran 9.291 hingga 9.373.
Dengan posisi harga penutupan di 10.300, saham AADI saat ini bergerak di atas sebagian besar area pivot tersebut, sementara struktur indikator teknikal masih menunjukkan dominasi sinyal beli pada berbagai indikator momentum dan tren.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.