KABARBURSA.COM – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang sepekan terakhir mencatat tekanan tajam pada sejumlah saham, tercermin dari koreksi harga mingguan yang menembus kisaran di atas 30 persen.
Berdasarkan data price performance mingguan, terdapat 10 saham yang mengalami pelemahan terdalam dalam periode sepekan.
Data menunjukkan saham VIVA menjadi yang paling dalam terkoreksi secara mingguan dengan penurunan 39,51 persen dan berada di level harga 49. Secara year to date (ytd), saham ini masih mencatatkan kenaikan 2,08 persen, sementara kinerja satu bulan terakhir turun 7,55 persen.
Saham HRME mencatatkan koreksi mingguan sebesar 34,72 persen ke level 47. Sepanjang tahun berjalan, saham ini masih berada di zona negatif dengan penurunan 14,55 persen, sejalan dengan kinerja satu bulan terakhir yang juga melemah di kisaran yang sama.
Tekanan mingguan juga terlihat pada saham ASMI yang turun 34,62 persen dalam sepekan dan berada di harga 34. Meski demikian, secara ytd saham ini masih mencatatkan kenaikan 13,33 persen, mencerminkan volatilitas yang tinggi dalam jangka pendek.
Saham LAND terkoreksi 34,48 persen secara mingguan dan ditutup di level 57. Berbeda dengan kinerja mingguan, saham ini justru mencatatkan kenaikan harga 21,28 persen dalam satu bulan terakhir, sementara secara ytd masih turun 1,72 persen.
ELTY turut masuk dalam daftar pelemahan terdalam dengan koreksi mingguan 34,44 persen ke level 59. Di sisi lain, secara ytd saham ini masih menguat 31,11 persen dan mencatatkan kenaikan 37,21 persen dalam satu bulan terakhir.
Saham TAMU mencatatkan penurunan harga 33,33 persen dalam sepekan dan berada di level 50. Sepanjang tahun berjalan, saham ini masih mencatatkan kenaikan 42,86 persen, sementara dalam satu bulan terakhir menguat 35,14 persen.
Tekanan serupa terjadi pada saham NASA yang melemah 33,33 persen secara mingguan ke harga 42. Secara ytd, saham ini masih mencatatkan kenaikan 7,69 persen, dengan kinerja satu bulan terakhir naik 5,00 persen.
Saham TARA juga terkoreksi 33,33 persen dalam sepekan dan berada di level 38. Kinerja ytd saham ini masih positif dengan kenaikan 18,75 persen, sejalan dengan penguatan satu bulan terakhir di kisaran yang sama.
Saham KREN mencatatkan koreksi mingguan sebesar 32,43 persen dan berada di harga 25. Secara ytd, saham ini masih menguat 31,58 persen, sementara dalam satu bulan terakhir naik 25,00 persen.
Daftar pelemahan terdalam ditutup oleh saham BAPI yang turun 32,08 persen secara mingguan ke level 36. Saham ini masih mencatatkan kenaikan 33,33 persen secara ytd, dengan kinerja satu bulan terakhir menguat 20,00 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun sejumlah saham mengalami koreksi tajam dalam jangka pendek, pergerakan harga dalam horizon yang lebih panjang masih bervariasi, dengan sebagian saham tetap mencatatkan kinerja positif secara ytd maupun bulanan. (*)