KABARBURSA.COM – Lonjakan harga emas global menjadi salah satu anomali paling mencolok di tengah gejolak pasar keuangan saat ini. Saat pasar saham global dan domestik diguncang volatilitas tinggi, harga emas justru melesat agresif.
Dalam tiga bulan terakhir, emas dunia (XAU) tercatat melonjak 2,14 persen dan kini bertengger di kisaran 5.291, level tertinggi dalam periode tersebut. Kenaikan tajam ini mencerminkan arus peralihan dana ke aset lindung nilai, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan di pasar ekuitas.
Reli emas global ini memberi dampak langsung ke saham-saham emas domestik. Namun respons pasar tidak seragam dalam bentuk kenaikan harga, melainkan tercermin dari daya tahan harga di tengah tekanan jual pasar yang luas.
Saham-saham emas memang ikut terkoreksi lantaran volatilitas tinggi pada perdagangan domestik, tetapi relatif lebih terkendali dibandingkan saham sektor lain yang tertekan lebih dalam.
Archi Indonesia (ARCI) misalnya, pada perdagangan hari ini berada di level 1.930, turun 2,77 persen. Koreksi ini terjadi di tengah lonjakan volume transaksi hingga 282,83 juta saham, jauh di atas rata-rata harian 183,09 juta.
Besarnya volume menunjukkan bahwa saham ARCI tetap aktif diperdagangkan, dengan tekanan jual dan serapan berjalan beriringan. Harga tidak runtuh dalam meski IHSG tertekan tajam, menandakan adanya minat yang masih menjaga ARCI di area relatif stabil dibandingkan gejolak indeks.
Sementara itu, saham emas ritel EMAS menunjukkan karakter yang paling defensif. Hingga siang hari, EMAS berada di level 6.975, turun tipis 0,36 persen. Pergerakan intraday mencatat rentang yang lebar, dengan harga sempat menyentuh 7.250 dan turun ke 6.600, namun akhirnya bertahan dekat harga pembukaan.
Nilai transaksi mencapai Rp413,9 miliar dengan hampir 600 ribu lot berpindah tangan, menunjukkan likuiditas tinggi di tengah koreksi yang relatif dangkal. Dibandingkan tekanan indeks yang mencapai lebih dari 8 persen, ketahanan EMAS menjadi cerminan bagaimana sentimen emas global memberi bantalan psikologis bagi saham ini.
Tekanan yang lebih besar terlihat pada Bumi Resources Minerals (BRMS). Saham ini terkoreksi 14,67 persen ke level 1.105, dengan volume transaksi melonjak ke 1,16 miliar saham, hampir dua kali lipat dari rata-rata 653,23 juta. Meski penurunan terlihat tajam secara persentase, konteksnya perlu dibaca hati-hati.
BRMS datang dari fase reli yang panjang sebelumnya, sehingga koreksi dalam ini lebih menyerupai pelepasan cepat di tengah kepanikan pasar ketimbang perubahan persepsi fundamental terhadap sektor emas itu sendiri. Lonjakan volume justru menandakan saham berpindah tangan secara masif, bukan ditinggalkan dalam kondisi sepi.
Jika seluruh data ini dibaca dalam satu rangkaian, benang merahnya terletak pada perbedaan respons antara harga emas global dan saham emas domestik. Emas dunia bergerak sebagai aset lindung nilai murni, mencatatkan reli tajam seiring meningkatnya risk-off sentiment.
Saham emas domestik, meski terimbas koreksi pasar secara umum, menunjukkan daya tahan yang relatif lebih baik. Koreksi yang terjadi tidak sedalam sektor lain dan berlangsung di tengah volume besar, menandakan masih adanya minat dan aktivitas, bukan sekadar aksi jual panik tanpa lawan.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa reli emas global belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi kenaikan harga saham emas secara langsung, tetapi berperan sebagai penahan tekanan. ARCI, BRMS, dan EMAS bergerak di tengah tarik-menarik antara sentimen pasar saham yang negatif dan sentimen komoditas yang sangat kuat.
Selama harga emas global bertahan di level tinggi dan volatilitas pasar masih dominan, saham-saham emas domestik cenderung berada di fase fluktuatif namun relatif lebih resilien dibandingkan saham non-komoditas.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.