Logo
>

Terkoreksi Sembilan Persen, PNLF Masih Betah di Harga Bawah?

Tekanan jual pada PNLF sudah terbentuk sebelum IHSG jatuh. Struktur orderbook dan trade book menunjukkan harga masih menguji area bawah di tengah arus jual yang belum sepenuhnya mereda.

Ditulis oleh Yunila Wati
Terkoreksi Sembilan Persen, PNLF Masih Betah di Harga Bawah?
Sudah sepekan terakhir saham PNLF terkoreksi. Sepertinya, gerak saham masih belum bergerak dari area bawah. Foto: Dok Panin Financial.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Pergerakan Panin Financial (PNLF) memang tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan kejatuhan IHSG pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026. Jika ditarik lebih ke belakang, tekanan pada saham ini sudah berlangsung sejak sepekan terakhir, dengan koreksi kumulatif yang telah menembus 8 persen sebelum pasar domestik runtuh lebih dalam. 

    Artinya, pelemahan PNLF hari ini lebih tepat dibaca sebagai kelanjutan tren yang sudah terbentuk, bukan reaksi spontan terhadap gejolak indeks.

    Dari grafik harian, PNLF terlihat sudah lama bergerak dalam fase turun yang relatif rapi. Setelah gagal bertahan di area 300–320 pada awal tahun, harga kembali melandai dan masuk ke zona 260–270. Penutupan di level 268 hari ini, turun 6,29 persen, membawa harga semakin dekat ke area yang dalam beberapa bulan terakhir kerap menjadi titik keseimbangan. 

    Tidak terlihat lonjakan volume ekstrem yang menandakan kepanikan baru; volume hari ini berada di kisaran 339,8 juta saham, memang lebih tinggi dari rata-rata, tetapi masih dalam konteks distribusi yang berjalan bertahap.

    Struktur orderbook juga memperlihatkan tekanan jual yang masih dominan. Di area bid, antrean cukup tebal di rentang 250–260, sementara sisi offer menumpuk di 270 ke atas. Ketimpangan ini mencerminkan bahwa minat beli cenderung menunggu di harga yang lebih rendah, sementara suplai masih aktif dilepas di setiap kenaikan kecil. 

    Kondisi ini membuat ruang pantulan harga menjadi terbatas selama tekanan jual belum benar-benar mereda.

    Pembacaan trade book memperkuat gambaran tersebut. Kurva sell bergerak jauh di atas buy sejak awal sesi, dengan jarak yang relatif konsisten hingga mendekati akhir sesi pertama. Tidak terlihat fase di mana buy mengejar dan memotong sell secara signifikan. 

    Pola seperti ini biasanya menunjukkan arus keluar yang masih berlanjut, bukan sekadar koreksi sesaat yang langsung diserap.

    Dengan konteks ini, arah pergerakan PNLF ke depan lebih tepat dibaca sebagai fase uji area bawah, bukan pembalikan cepat. Selama harga masih bergerak di bawah area 280–290 dan tekanan jual di trade book belum menyempit, pasar cenderung melihat setiap kenaikan sebagai ruang distribusi lanjutan. 

    Area 250–260 menjadi zona yang akan terus diuji, karena di sanalah minat beli mulai terlihat menumpuk, meski belum agresif.

    Namun demikian, pelemahan yang sudah berlangsung lebih dari sepekan juga membuat PNLF berada di fase sensitif. Setiap perubahan kecil pada ritme transaksi—misalnya jarak buy dan sell yang mulai menyempit atau volume jual yang melandai—akan langsung memengaruhi bentuk candle harian. 

    Untuk saat ini, pergerakan PNLF masih mencerminkan tekanan yang berjalan terukur, bukan capitulation, dengan kecenderungan harga bertahan dan berfluktuasi di area bawah sambil menunggu apakah tekanan jual benar-benar melemah atau justru berlanjut.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79