KABARBURSA.COM – Setelah sempat 30 menit Bursa Efek Indonesai (BEI) menerapkan trading halt, akhirnya pasar dibuka kembali. Namun, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus anjlok. IHSG terkoreksi lebih dari 8,3 persen dan terus turun drastis.
Hampir seluruh saham terkoreksi, pasar bereaksi jual dengan agresif. Berdasarkan data hingga pukul 14.22 WIB, aktivitas perdagangan berlangsung ramai di tengah koreksi dalam. Total volume transaksi seluruh pasar mencapai 477,98 juta lot dengan nilai perdagangan Rp34,15 triliun dan frekuensi 3,12 juta kali.
Di pasar reguler, volume tercatat 467,96 juta lot dengan nilai Rp33,07 triliun dan frekuensi 3,11 juta kali.
Sebelumnya, KabarBursa.com memberitakan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan trading halt mulai pukul 13.43 Jakarta Automated Trading System (JATS) selama 30 menit pada awal sesi II, Rabu, 28 Januari 2026, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 8 persen.
Hingga jelang pembekuan, IHSG merosot ke 8.261,79, turun 718,44 poin atau 8,00 persen dari penutupan sebelumnya.
Pembekuan sementara perdagangan ini dilakukan sesuai ketentuan pengendalian volatilitas pasar.
Tekanan jual meluas sejak sesi pagi, dengan indeks sempat dibuka di 8.393,51, menyentuh tertinggi 8.596,17, lalu terus melemah hingga terendah 8.261,79.
Nilai transaksi pasar reguler tercatat sekitar Rp30,90 triliun dengan volume 444,37 juta lot dan frekuensi 2,96 juta kali.
Tekanan juga terlihat serentak di indeks-indeks utama BEI. IDX30 turun 6,47 persen, LQ45 melemah 7,73 persen, Sri-Kehati terkoreksi 4,79 persen, JII turun 9,77 persen, dan ISSI melemah 8,57 persen.
Sumber pasar menilai gejolak dipicu sentimen global setelah MSCI membekukan sejumlah perubahan terkait index review, termasuk review Februari 2026, yang memicu reposisi portofolio dan aksi jual cepat di pasar domestik. (*)