KABARBURSA.COM – Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) bergerak terbatas pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026, dengan tekanan tipis di tengah periode Ramadan. Harga hari ini tercatat di level 1.805 atau turun 0,55 persen dari penutupan sebelumnya 1.815, setelah sempat menyentuh level tertinggi 1.855 dan terendah 1.800 pada sesi berjalan.
Pergerakan intraday ini menunjukkan pola pelemahan bertahap dari area pembukaan 1.815 menuju 1.800, sebelum stabil di kisaran 1.805–1.810. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp62,2 miliar dengan volume 340,23 ribu lot dan frekuensi 1.394 kali.
Rata-rata harga berada di 1.828, lebih tinggi dari harga terakhir. Data ini mencerminkan distribusi terjadi di bawah rata-rata transaksi harian.
Jika dilihat dari struktur orderbooknya, terlihat adanya ketidakseimbangan antara antrean beli dan jual. Total offer tercatat 209.579 lot, lebih dari dua kali lipat total bid 93.498 lot.
Tekanan jual menebal pada rentang 1.815 hingga 1.850, sementara dukungan beli terlihat relatif tipis dan bertingkat di bawah 1.800. Kondisi ini menunjukkan bahwa sisi supply masih lebih dominan dibanding permintaan pada level harga berjalan.
Dari sisi broker, aktivitas pada 20 Februari mencerminkan dinamika distribusi yang terukur. Maybank Sekuritas (ZP) mencatat pembelian bersih Rp31,3 miliar dengan rata-rata harga 1.879. Sementara Sinarmas Sekuritas (DH) membukukan penjualan Rp14,1 miliar pada rata-rata 1.857.
Mirae Asset (YP) dan Phillip Sekuritas (KK) juga terlihat di sisi beli, sedangkan Verdhana Sekuritas (BB) dan Indo Premier (PD) berada di sisi jual. Pergerakan ini menggambarkan adanya rotasi kepemilikan pada area harga yang lebih tinggi dibandingkan posisi intraday saat ini.
Teknikal AMRT
Secara teknikal harian, grafik memperlihatkan bahwa AMRT masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah penurunan tajam pada awal Februari yang sempat membawa harga turun ke bawah 1.700. Pemulihan yang terjadi kemudian membawa harga kembali ke kisaran 1.800–1.900, namun belum mampu menembus area 1.950–2.000 yang sebelumnya menjadi zona distribusi.
Momentum Ramadan secara historis sering dikaitkan dengan peningkatan aktivitas konsumsi ritel, termasuk jaringan minimarket. Namun pada pergerakan harga tahun ini, pola yang terbentuk menunjukkan konsolidasi dengan kecenderungan supply masih mengemuka di atas 1.800.
Harga bergerak dalam rentang sempit sepanjang hari dan belum menunjukkan akselerasi signifikan, meski volume relatif stabil.
Dengan posisi saat ini, AMRT berada pada fase penyesuaian setelah volatilitas awal bulan, di tengah struktur orderbook yang masih berat di sisi penawaran.
Pergerakan harga sepanjang hari menunjukkan tekanan jual yang terukur dan penahanan di atas 1.800, sementara rentang 1.850–1.900 menjadi area yang kembali diuji apabila terjadi peningkatan permintaan pada sesi berikutnya.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.