KABARBURSA.COM – Tiga broker dengan nilai transaksi terbesar pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026 mencatat arah dana yang berbeda.
Data top broker menunjukkan Stockbit Sekuritas Digital (XL), UBS Sekuritas Indonesia (AK), dan Mandiri Sekuritas (CC) mendominasi aktivitas pasar reguler pada hari tersebut.
Stockbit Sekuritas Digital (XL) membukukan total nilai transaksi Rp6,0 triliun. Nilai beli tercatat Rp3,1 triliun dan nilai jual Rp2,9 triliun, sehingga menghasilkan net buy Rp180,6 miliar.
Pembelian terbesar XL terjadi pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp143,9 miliar. Volume transaksi mencapai 198.702 lot dengan harga rata-rata 7.242 per saham.
Selain BBCA, XL juga membeli PT Indospring Tbk (INDS) sebesar Rp26,7 miliar. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menyusul dengan nilai pembelian Rp17,1 miliar.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Sentul City Tbk (BKSL) turut masuk dalam daftar pembelian XL. Nilai transaksi masing-masing tercatat Rp13,8 miliar dan Rp13,6 miliar dalam satu sesi perdagangan.
Berbeda dengan XL, UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat total transaksi Rp5,4 triliun. Nilai beli mencapai Rp2,3 triliun dan nilai jual Rp3,1 triliun, sehingga menghasilkan net sell Rp847,7 miliar.
Pada sisi pembelian, AK paling agresif masuk ke PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp300,3 miliar. Volume pembelian mencapai 10,6 juta lot dengan harga rata-rata 284 per saham.
AK juga membeli PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp75 miliar dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp50,7 miliar. Selain itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) masuk dalam daftar pembelian.
Namun di sisi lain, AK mencatat penjualan besar pada saham perbankan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dilepas Rp754,1 miliar, disusul PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp128,6 miliar.
AK juga menjual PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp102,1 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp44,4 miliar. Penjualan tersebut berkontribusi pada posisi net sell signifikan pada hari itu.
Mandiri Sekuritas (CC) menempati posisi ketiga dengan total transaksi Rp3,9 triliun. Nilai beli tercatat Rp1,6 triliun dan nilai jual Rp2,4 triliun, menghasilkan net sell Rp829,5 miliar.
Pada sisi pembelian, CC masuk ke PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp23,1 miliar. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dibeli Rp20,2 miliar dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp13,4 miliar.
CC juga mencatat pembelian pada PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp9,4 miliar dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp7,9 miliar. Nilai pembelian tersebut tersebar pada beberapa sektor berbeda.
Sementara itu, penjualan terbesar CC terjadi pada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp210,3 miliar. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dilepas Rp87,9 miliar dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp56,1 miliar.
CC juga menjual PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp52,3 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp44,6 miliar. Distribusi tersebut mencerminkan tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar dan komoditas.
Perbandingan ketiga broker menunjukkan arah dana yang tidak seragam dalam satu sesi perdagangan. XL mencatat net buy tipis dengan konsentrasi pada BBCA, sedangkan AK dan CC membukukan net sell besar dengan distribusi pada saham perbankan.
Data transaksi ini menggambarkan dinamika alokasi dana pada 13 Februari 2026. Nilai beli dan jual masing-masing broker merefleksikan pola distribusi dan akumulasi yang berbeda dalam satu hari perdagangan. (*)