Logo
>

TMPO Masih Rugi di Awal 2026, Saham Sepekan Anjlok Enam Persen

TMPO mencatat rugi bersih Rp5 miliar pada kuartal I 2026, sementara sahamnya turun sekitar 6 persen dalam sepekan dengan transaksi yang makin tipis.

Ditulis oleh Yunila Wati
TMPO Masih Rugi di Awal 2026, Saham Sepekan Anjlok Enam Persen
Rugi bersih tahun berjalan relatif sama dengan rugi bersih TMPO pada kuartal I 2025. (Foto: dok TMPO)

KABARBURSA.COM – PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) membuka 2026 dengan kinerja berat. Pendapatan turun tipis, laba usaha masih negatif, bottom line juga belum keluar dari zona rugi.

Pada kuartal I 2026, TMPO membukukan total pendapatan Rp37 miliar. Angka ini turun dari Rp38 miliar pada kuartal I 2025 dan jauh lebih rendah dibanding kuartal IV 2025 yang sempat mencapai Rp81 miliar.

Tekanan paling terasa muncul dari sisi profitabilitas. Laba kotor TMPO turun menjadi Rp11 miliar dari Rp13 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban usaha tetap berada di Rp17 miliar, sehingga TMPO mencatat rugi usaha Rp6 miliar.

Kerugian ini lebih dalam dibanding rugi usaha Rp4 miliar pada kuartal I 2025. Setelah memperhitungkan beban lain-lain dan pajak, TMPO mencatat rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp5 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini relatif sama dengan rugi bersih pada kuartal I 2025.

Dari sisi rasio, tekanan juga terlihat cukup jelas. EPS kuartalan tercatat minus 4,37. ROA berada di minus 1,07 persen, ROE minus 1,96 persen, dan return on capital employed minus 1,74 persen. Interest coverage juga negatif di level minus 3,49, menandakan ruang profitabilitas belum cukup kuat untuk menopang beban keuangan.

Valuasi TMPO juga menjadi kurang ideal dibaca dengan pendekatan laba karena PER berada di zona negatif, yakni minus 28,38 kali. Sementara price to sales kuartalan berada di 3,56 kali. Dengan jumlah saham beredar sekitar 1,06 miliar dan harga terakhir Rp124, kapitalisasi pasar TMPO berada di kisaran Rp131,44 miliar.

Saham Sepekan Turun 6,06 Persen

Di pasar saham, gerak TMPO dalam sepekan terakhir juga tidak banyak memberi napas. Pada 4 Mei 2026, saham ini masih ditutup di Rp132. Harga sempat naik ke Rp133 pada 5 Mei, lalu mulai melemah bertahap hingga berakhir di Rp124 pada 11 Mei 2026.

Artinya, dalam periode 4–11 Mei 2026, saham TMPO turun sekitar 6,06 persen. Tekanan paling baru terjadi pada 11 Mei ketika harga melemah 2,36 persen ke Rp124 setelah dibuka di Rp127, sempat menyentuh level tertinggi Rp128, dan turun ke level terendah Rp120.

Likuiditasnya juga cenderung tipis. Sepanjang periode 4–11 Mei 2026, total nilai transaksi TMPO sekitar Rp2,06 miliar dengan volume 157,19 ribu lot dan frekuensi 1.673 kali. Nilai transaksi terbesar terjadi pada 5 Mei sebesar Rp644,98 juta, sedangkan pada 11 Mei transaksi menyusut menjadi Rp66,70 juta.

Tidak terlihat arus dana asing dalam data perdagangan sepekan tersebut. Seluruh kolom foreign buy, foreign sell, dan net foreign masih kosong. Ini menunjukkan pergerakan TMPO lebih banyak ditentukan transaksi domestik dengan likuiditas yang relatif terbatas.

Sentimen utama TMPO saat ini masih berkutat pada kemampuan perusahaan memperbaiki pendapatan dan menekan rugi operasional. Kinerja kuartal I 2026 belum menunjukkan pembalikan yang kuat, sementara sahamnya masih bergerak pelan dengan tekanan harga dan transaksi yang tipis.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79