KABARBURSA.COM - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) resmi mengumumkan perubahan pengendalian perseroan. Hal ini setelah Pacific Universal Investments Pte. Ltd. merampungkan pengambilalihan saham pada 8 Mei 2026.
Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 11 Mei 2026, Pacific Universal mengambil alih sebanyak 8,466 miliar saham MAPI atau setara 51 persen dari total modal yang ditempatkan.
"Dan disetor dalam Perseroan dari PT Satya Mulia Gema Gemilang," ujar Corporate Secretary MIPA, Eva Andrianie.
Eva menyatakan usai transaksi tersebut, Pacific Universal yang berdomisili di Singapura resmi menjadi pengendali baru MAPI.
Selain itu ia menegaskan perubahan pengendalian ini tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Berbicara kinerja, pada kuartal I 2026, MAPI membukukan peningkatan pada pendapatan bersih sebesar 32,0 persen menjadi Rp12,3 triliun.
Laba kotor naik menjadi Rp4,9 triliun, dengan laba usaha meningkat sebesar 35,0 persen menjadi Rp1,1 triliun, dan EBITDA mencapai Rp1,9 triliun. Pada bottomline, laba bersih MAP untuk kuartal ini tumbuh sebesar 34,5 persen menjadi Rp762 miliar.
"Kami mengawali tahun ini dengan kinerja yang positif, didukung oleh aktivitas belanja pelanggan yang tumbuh stabil dan semakin meningkat menjelang periode Lebaran di bulan Maret. Dengan persiapan yang matang, membuat kami mampu merespons permintaan secara efektif, sehingga menghasilkan penjualan yang lebih kuat di semua segmen," ujar Ratih Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group.
Di sisi lain, MAPI terus memperluas portofolio brandnya dengan menghadirkan Aquazurra, Guess, dan Hollister. Perusahaan juga meningkatkan efisiensi operasional melalui pengelolaan biaya yang lebih disiplin dan meningkatkan back-end process, sekaligus mengoptimalkan otomasi dan digitalisasi untuk melayani pelanggan dengan lebih baik di semua platform.
Memasuki tahun 2026, kata Ratih, MAP akan terus melanjutkan momentum ini. Namun, pihaknya mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati di tengah lingkungan yang dinamis, seiring ketegangan geopolitik, kenaikan biaya, dan pelemahan Rupiah yang mungkin menciptakan ketidakpastian ke
depannya.
"Didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi serta komitmen tim, kami tetap responsif untuk menavigasi kondisi saat ini dengan disiplin. Kami berharap upaya ini dapat mendukung pembentukan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," pungkasnya. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.