Logo
>

Asing Kabur Nyaris Rp1 Triliun dari BREN, Analis Sebut Masuk di Harga ini

BREN masih dibayangi tekanan jual asing sepanjang Mei 2026. Namun MNC Sekuritas justru melihat peluang wave penguatan baru dengan strategi buy on weakness.

Ditulis oleh Yunila Wati
Asing Kabur Nyaris Rp1 Triliun dari BREN, Analis Sebut Masuk di Harga ini
Dana asing lepas dari genggaman BREN, namun analis masih melihat peluang masuk dan merekomendasikan strategi buy on weakness. (Foto: Barito Group)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 10,92 persen ke level 2.640 pada perdagangan 26 Mei 2026. Lonjakan tersebut muncul bersamaan dengan nilai transaksi jumbo mencapai Rp536,47 miliar dan volume perdagangan yang menembus 2,12 juta lot.

Meski sempat menghijau agresif, data pergerakan dana asing sepanjang Mei 2026 justru menunjukkan tekanan keluar yang masih sangat besar. Berdasarkan data historis perdagangan, total net foreign sell BREN sepanjang Mei mencapai sekitar Rp993,67 miliar.

Tekanan jual asing itu terjadi hampir di seluruh sesi perdagangan selama Mei. Bahkan pada 26 Mei 2026, ketika harga saham BREN melonjak lebih dari 10 persen, investor asing masih tercatat melakukan jual bersih Rp191,65 miliar.

Sebelumnya, tekanan distribusi asing terbesar juga muncul pada 18 Mei 2026 dengan nilai net sell mencapai Rp152,53 miliar. Kemudian disusul 22 Mei sebesar Rp151,75 miliar dan 19 Mei sekitar Rp115,04 miliar.

Pergerakan tersebut membuat saham BREN sempat longsor cukup dalam dari area 4.820 pada awal Mei hingga menyentuh level 2.380 sebelum akhirnya memantul. Dalam kurun kurang dari satu bulan, koreksi saham BREN sempat mencapai lebih dari 45 persen dari puncaknya.

Buy on Weakness?

Namun di tengah tekanan asing tersebut, MNC Sekuritas justru melihat peluang teknikal mulai terbentuk. Dalam riset teknikalnya, MNC Sekuritas menyebut posisi BREN saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (5) dari wave [C].

Artinya, secara struktur teknikal, penguatan yang terjadi saat ini masih berpotensi berlanjut selama area support penting tetap terjaga. MNC Sekuritas pun memberikan strategi buy on weakness untuk BREN di area 1.860 hingga 2.250.

Sementara itu, target penguatan jangka menengah dipatok di area 3.120 hingga 3.880. Adapun batas pengamanan risiko atau stoploss berada di bawah level 1.820.

Dari sisi perdagangan, lonjakan harga pada 29 Mei 2026 juga terpantau cukup agresif. BREN bahkan menyentuh auto rejection atas (ARA) setelah melonjak 25 persen ke level 3.300 dengan nilai transaksi mencapai Rp870,63 miliar.

Kondisi tersebut memperlihatkan volatilitas saham BREN masih sangat tinggi. Di satu sisi asing masih mencatat distribusi besar sepanjang Mei, tetapi di sisi lain tekanan beli domestik mulai muncul saat harga turun tajam ke area bawah.

Secara teknikal, area 2.300 hingga 2.600 kini menjadi zona penting yang mulai dipantau pelaku pasar untuk melihat apakah rebound BREN mampu bertahan atau hanya sekadar technical rebound jangka pendek.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79