KABARBURSA.COM – Pergerakan arus dana investor asing pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menunjukkan pola rotasi yang cukup jelas dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Data transaksi memperlihatkan bagaimana investor asing bergantian melakukan distribusi dan akumulasi pada ketiga saham tersebut di tengah volatilitas pasar saham domestik.
Pada saham GOTO, arus dana asing menunjukkan dinamika yang relatif fluktuatif dalam satu pekan perdagangan. Investor asing sempat mencatat pembelian bersih pada awal pekan dengan nilai sekitar Rp14,37 miliar pada 2 Maret 2026. Namun setelah itu arah transaksi berubah menjadi tekanan jual selama tiga sesi berturut-turut.
Pada 3 Maret 2026 saham GOTO mencatat penjualan bersih asing sekitar Rp12,88 miliar. Tekanan jual meningkat pada 4 Maret dengan net foreign sell sekitar Rp16,52 miliar sebelum kembali berlanjut pada 5 Maret dengan penjualan bersih sekitar Rp1,71 miliar.
Setelah fase distribusi tersebut, arus dana asing kembali berbalik masuk pada 6 Maret 2026 dengan pembelian bersih sekitar Rp5,10 miliar. Pola tersebut menunjukkan bahwa saham GOTO mengalami fase distribusi asing yang relatif singkat sebelum kembali diikuti oleh akumulasi terbatas pada sesi perdagangan berikutnya.
Pada 9 Maret sesi tengah hari, GOTO mencatat net foreign buy terbesar di antara ketiganya, yakni 1.317.221.252 saham. Volume beli asing di saham ini mencapai 2.735.410.143 saham, sementara jual asing 1.418.188.891 saham.
Ini menunjukkan bahwa meski dalam data nilai transaksi sampai 6 Maret GOTO baru berbalik masuk tipis setelah tiga hari tekanan jual, pada sesi tengah hari 9 Maret akumulasi asing di saham ini justru melonjak sangat besar dari sisi volume.
BUMI di Fase Akumulasi
Pergerakan yang berbeda terlihat pada saham BUMI. Saham sektor batu bara ini justru menunjukkan pola perubahan arah yang lebih kuat dari tekanan jual menuju fase akumulasi yang lebih besar.
Pada awal pekan, BUMI sempat mengalami tekanan jual asing dengan penjualan bersih sekitar Rp41,87 miliar pada 2 Maret 2026. Tekanan jual tersebut berlanjut pada 3 Maret dengan net foreign sell sekitar Rp53,51 miliar.
Namun setelah dua hari distribusi tersebut, arus dana asing berubah secara signifikan. Pada 4 Maret 2026 saham BUMI mencatat pembelian bersih asing yang sangat besar yaitu sekitar Rp114,61 miliar.
Akumulasi tersebut berlanjut pada dua sesi berikutnya dengan net foreign buy sekitar Rp42,30 miliar pada 5 Maret dan Rp22,32 miliar pada 6 Maret. Rangkaian data tersebut menunjukkan perubahan arah transaksi asing yang cukup kuat pada saham BUMI dari fase distribusi menuju fase akumulasi.
BUMI berada di posisi kedua saham yang banyak dibeli asing pada 9 Maret 2026, dengan net foreign buy 597.696.000 saham. Volume beli asing mencapai 1.185.840.800 saham dan volume jual 588.144.800 saham.
Pola ini memperkuat data historikal sebelumnya yang memang sudah menunjukkan perubahan arah dari tekanan jual di awal pekan menjadi akumulasi cukup kuat pada 4 sampai 6 Maret. Jadi, data 9 Maret membuat pola masuknya asing di BUMI terlihat lebih konsisten.
BNBR Mulai Diakumulasi Setelah Tekanan Tiga Sesi Berturut-turut
Sementara itu, pergerakan arus dana asing pada saham BNBR menunjukkan pola yang relatif mirip dengan GOTO namun dengan nilai transaksi yang lebih kecil. Saham ini mencatat pembelian bersih asing sekitar Rp4,90 miliar pada awal pekan yaitu 2 Maret 2026.
Setelah itu saham BNBR mengalami tiga sesi tekanan jual berturut-turut. Pada 3 Maret tercatat penjualan bersih sekitar Rp5,66 miliar, diikuti net foreign sell sekitar Rp6,33 miliar pada 4 Maret, dan penjualan bersih sekitar Rp1,88 miliar pada 5 Maret.
Pola tersebut berubah pada perdagangan 6 Maret ketika investor asing kembali mencatat pembelian bersih sebesar Rp18,18 miliar. Nilai pembelian bersih ini menjadi yang terbesar dalam periode satu pekan tersebut pada saham BNBR.
Sementara itu, BNBR mencatat net foreign buy 273.533.100 saham pada sesi tengah hari 9 Maret. Volume beli asing tercatat 328.203.100 saham, sedangkan volume jual asing hanya 54.670.000 saham.
Dibanding GOTO dan BUMI, skala volumenya memang lebih kecil, tetapi rasio beli terhadap jual di BNBR justru paling dominan. Ini menandakan tekanan jual asing di BNBR pada sesi tersebut jauh lebih tipis dibanding arus beli yang masuk.
Jika dibandingkan secara keseluruhan, ketiga saham tersebut menunjukkan dinamika arus dana asing yang berbeda dalam skala transaksi maupun arah perubahan. Saham GOTO mencerminkan pergerakan yang lebih fluktuatif dengan fase distribusi yang relatif singkat sebelum kembali diikuti oleh pembelian terbatas.
Sementara itu, saham BUMI menunjukkan perubahan arah yang paling kuat dengan peralihan dari net foreign sell menuju fase akumulasi yang jauh lebih besar dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya.
Di sisi lain, saham BNBR memperlihatkan pola yang lebih moderat dengan nilai transaksi asing yang lebih kecil namun tetap menunjukkan pergantian fase antara distribusi dan akumulasi dalam periode yang sama.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa meskipun ketiga saham sama-sama masuk dalam daftar saham dengan pembelian bersih asing terbesar pada perdagangan intraday, dinamika arus dana di baliknya tidak sepenuhnya seragam.
Setiap saham memperlihatkan ritme transaksi asing yang berbeda sesuai dengan karakter likuiditas, sektor, serta intensitas aktivitas perdagangan masing-masing di Bursa Efek Indonesia.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.