Logo
>

ASLC Proyeksikan Permintaan Mobil Bekas Meningkat di Idulfitri 2026

Manajemen ASLC melihat bahwa tradisi mudik serta lonjakan mobilitas selama Lebaran akan menjadi pendorong utama peningkatan permintaan mobil bekas.

Ditulis oleh Hutama Prayoga
ASLC Proyeksikan Permintaan Mobil Bekas Meningkat di Idulfitri 2026
Showroom Caroline.id (Foto: Dok. ASLC)

KABARBURSA.COM - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) memproyeksikan peningkatan permintaan mobil bekas menjelang periode mudik Idulfitri atau Lebaran 2026. Hal ini bisa terjadi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan moda transportasi pribadi yang andal dan terjangkau.

Saham emiten penjualan retail mobil bekas ini melihat bahwa tradisi mudik serta lonjakan mobilitas selama Lebaran akan menjadi pendorong utama peningkatan permintaan mobil bekas.

Secara historis, manajemen ASLC menyampaikan momentum musiman ini konsisten memberikan kontribusi positif terhadap penjualan Perusahaan. Untuk itu, ASLC telah memperkuat ketersediaan stok kendaraan berkualitas dan kompetitif di berbagai titik showroom Caroline.id (penjualan retail mobil bekas).

"Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa menjelang Ramadan dan Lebaran, konsumen memiliki banyak pilihan unit kendaraan bekas siap pakai," tulis manajemen ASLC dalam keterangannya, dikutip, Jumat, 20 Februari 2026.

Selain itu, ASLC juga mengoptimalkan platform digital serta jaringan online-to-offline yang aman dan terpercaya. Dalam hal ini, Perseroan memastikan bahwa setiap mobil bekas telah melalui proses inspeksi ketat agar kondisi mesin dan kelengkapan dokumen tetap prima, sehingga memberikan rasa aman selama perjalanan mudik.

Di sisi lain, unit bisnis lelang JBA juga memanfaatkan momentum ini dengan memperkuat pasokan unit kendaraan dan memperluas akses lelang berbasis digital.

Sebagaimana biasa terjadi setiap tahunnya, setiap menjelang Lebaran aktivitas lelang kendaraan berpotensi meningkat seiring kebutuhan dealer dan pelaku usaha untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat.

Sementara itu, secara keseluruhan Perseroan melihat prospek bisnis yang cerah pada di tahun 2026. Optimisme ASLC ini hadir dengan berlandaskan pada fundamental pasar yang tetap kuat.

"Jelas bisa kita lihat bahwa mobil bekas selalu menjadi alternatif rasional di tengah daya beli yang selektif. Karena mobil bekas menawarkan harga yang lebih terjangkau dibanding mobil baru serta memberikan pilihan unit yang variatif sesuai kebutuhan konsumen.” ujar Presiden Direktur ASLC Jany Candra.

Dengan melihat adanya prospek yang cerah tersebut, Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan dobel digit sepanjang tahun 2026. Keyakinan untuk dapat mencapai target tersebut menjadi semakin kuat, seiring penerapan strategi ekspansi jaringan yang berkelanjutan, serta optimalisasi ekosistem omnichannel bisnis mobil bekas yang terus dilakukan, serta kesigapan dan kesiapan Perseroan untuk memanfaatkan setiap momentum yang ada, seperti halnya Lebaran yang akan segera tiba ini, untuk mengungkit pendapatan.

Adapun hingga kuartal III 2025, ASLC mencatatkan pendapatan yang tumbuh 15 persen secara tahunan menjadi Rp713,0 miliar dengan laba bersih sebesar Rp33,9 miliar.

“Dengan menjaga kualitas melalui proses inspeksi ketat dan menghadirkan transparansi harga serta kondisi kendaraan, ASLC memusatkan perhatian pada pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas bisnis,” pungkas Jany Candra. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.