KABARBURSA.COM – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) melaporkan kinerja keuangan kuartal pertama 2026 dengan pertumbuhan pendapatan di tengah peningkatan beban operasional seiring langkah investasi jangka panjang yang dilakukan perseroan.
ASSA mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,54 triliun pada kuartal I 2026, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,39 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi dari pilar bisnis logistik serta kinerja yang relatif stabil dari lini rental korporasi dan ekosistem kendaraan bekas.
Direktur Utama PT Adi Sarana Armada Tbk, Prodjo Sunarjanto, menyampaikan bahwa penguatan beberapa lini bisnis menjadi faktor utama pertumbuhan pendapatan. "Penguatan pilar bisnis logistik serta performa stabil di lini rental korporasi dan penjualan kendaraan bekas menjadi penggerak utama pertumbuhan pendapatan Perseroan periode ini," ujar dalam pernyataan tertulis dikutip Rabu, 29 April 2026.
Di sisi lain, kenaikan pendapatan tersebut diikuti oleh peningkatan beban biaya operasional. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp1,08 triliun, naik dari Rp967,21 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp225,05 miliar dari Rp182,45 miliar.
Seiring dengan kondisi tersebut, laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp141,45 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp143,76 miliar pada kuartal I 2025.
Perseroan menyatakan bahwa peningkatan biaya tersebut berkaitan dengan investasi infrastruktur jangka panjang, termasuk pengembangan proyek baru untuk mendukung keberlanjutan bisnis. Langkah ini mencakup penambahan kapasitas gudang, digitalisasi sistem pengiriman, serta penambahan sumber daya manusia untuk melayani klien bisnis.
Dalam menghadapi dinamika geopolitik global, ASSA mengambil pendekatan ekspansi yang lebih terukur dengan fokus pada efisiensi, peningkatan kapasitas, dan kualitas layanan. "Sekarang ini kami akan lebih fokus pada upaya untuk memenuhi permintaan yang ada sambil terus menata infrastruktur agar makin baik dan bisa tumbuh secara sehat di 2026," ujar Prodjo.
Pada lini logistik, perseroan memprioritaskan integrasi layanan end-to-end bagi klien B2B guna meningkatkan efisiensi operasional dalam jangka panjang. Sementara itu, pada pilar bisnis rental melalui ASSA Rent serta ekosistem kendaraan bekas seperti Caroline.id, JBA, dan MotoGadai, perusahaan berfokus pada penguatan sinergi antar lini bisnis.
Dalam perkembangan terbaru, Caroline.id disebut mulai mendekati titik impas atau break even point (BEP). Di sisi lain, bisnis lelang JBA mengalami tekanan, yang dikaitkan dengan penurunan penjualan mobil baru sepanjang 2025 serta pengetatan penyaluran pembiayaan oleh perbankan dan perusahaan pembiayaan. Meski demikian, kedua lini tersebut masih menjadi kontributor pendapatan dalam masa transisi penguatan bisnis logistik.
Sebagai informasi, PT Adi Sarana Armada Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi, logistik, serta ekosistem kendaraan bekas. Perusahaan ini memulai bisnis sebagai penyedia layanan rental kendaraan untuk segmen B2B dan kemudian mengembangkan lini usaha lain, termasuk logistik first mile hingga last mile melalui Anteraja, serta bisnis lelang dan penjualan kendaraan bekas melalui entitas anak.
Perseroan juga mengembangkan berbagai lini baru seperti layanan gudang fulfillment, platform logistik, serta layanan cold chain, sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan bisnis menuju penyedia solusi logistik terpadu.
Pada penutupan perdagangan kemarin, 28 April 2026. Saham ASSA berada dikisaran 825 per lembarnya. Jika menilik data tiga bulan terakhir, saham tersebut memang sempat mengalami penurunan dari sebelumnya 1.245, anjlok ke 775 dan saat ini tengah mengalami rebound.(*)