Logo
>

Bakrie Capital Beli Saham BIPI, Ada Sinyal Apa?

Bakrie Capital akumulasi 6 persen saham BIPI atau 3,82 miliar saham; harga melonjak 13,33 persen ke 306 dan sempat sentuh 312, level tertinggi 52 pekan.

Ditulis oleh Yunila Wati
Bakrie Capital Beli Saham BIPI, Ada Sinyal Apa?
Dengan membeli saham BIPI sebanyak 6 persen, maka Bakrie Capital Indonesia memiliki porsi hak suara sebesar enam persen. (Foto: Dok Astrindo Nusantara Infrastruktur)

KABARBURSA.COM – Bakrie Capital Indonesia melaporkan kepemilikan saham baru di PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebesar 6,00 persen atau setara 3.822.619.800 saham. Laporan tersebut tercantum dalam dokumen “Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka” bernomor LK/25022026/0004/1 tertanggal 25 Februari 2026 yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut, Bakrie Capital Indonesia tercatat sebelumnya tidak memiliki saham BIPI dengan posisi 0,00 unit dan hak suara 0,00 persen. Setelah transaksi, jumlah kepemilikan berubah menjadi 3.822.619.800 saham dengan porsi hak suara 6,00 persen.

Pelaporan ini mengacu pada Pasal 2 Ayat 2 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor POJK 4/2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka. 

Dokumen tersebut menegaskan bahwa pelaporan dilakukan atas perubahan kepemilikan saham pada perusahaan terbuka.

Dengan porsi 6,00 persen, Bakrie Capital Indonesia masuk sebagai salah satu pemegang saham signifikan di BIPI berdasarkan ambang batas pelaporan kepemilikan lima persen atau lebih. Perubahan dari posisi nihil menjadi kepemilikan di atas lima persen menunjukkan adanya akumulasi saham dalam jumlah besar dalam satu periode transaksi yang dilaporkan.

BIPI sendiri bergerak di sektor infrastruktur dan energi, dengan aktivitas perdagangan sahamnya tercatat aktif dalam beberapa sesi terakhir. Masuknya Bakrie Capital Indonesia sebagai pemegang saham 6,00 persen menambah daftar pemegang saham strategis pada struktur kepemilikan emiten tersebut sebagaimana tercermin dalam laporan resmi yang disampaikan kepada regulator.

Harga Saham Nyaris Sentuh ARA

Kabar masuknya Bakrie Capital menjadi sentiment positif bagi BIPI. Pasar merespons dengan baik, sehingga BIPI bergerak menguat signifikan pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026. Hingga pukul 11.59 WIB, BIPI tercatat di level 306,00 atau naik 36 poin setara 13,33 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 270,00. 

Harga dibuka di level 280,00 dan sempat bergerak turun ke level terendah 268,00 sebelum berbalik arah dan menguat hingga menyentuh level tertinggi intraday 312,00 yang sekaligus menjadi level tertinggi 52 pekan.

Pergerakan intraday menunjukkan fase awal yang fluktuatif di bawah 280, kemudian akselerasi terjadi menjelang akhir sesi I dengan kenaikan bertahap menembus 290 hingga 300. Kenaikan berlanjut hingga mendekati area 312 sebelum terkoreksi tipis ke 306 pada akhir sesi pertama.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp19,50 triliun, pergerakan BIPI hari ini menempatkannya di jajaran saham dengan kenaikan dua digit. Posisi harga yang berada dekat level tertinggi hariannya mencerminkan respons pasar terhadap perubahan struktur kepemilikan yang dilaporkan pada hari yang sama.

Rentang pergerakan antara level terendah 268 dan tertinggi 312 menunjukkan volatilitas intraday sebesar 44 poin. Kenaikan 13,33 persen dalam satu sesi menempatkan BIPI sebagai salah satu saham dengan pergerakan paling aktif pada perdagangan hari ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79